Kamis, 14 DESEMBER 2023 • 21:05 WIB

Dinasti Qin, Dinasti Pertama yang Menyatukan China

Author

Kaisar pertama Dinasti Qin

INDOZONE.ID - Dinasti Qin adalah salah satu dinasti yang pernah menguasai China. Sebelum China berhasil disatukan oleh kekaisaran Qin, dulunya Cina terbagi menjadi beberapa Kerajaan, Kerajaan-kerajaan itu berperang dan saling memperebutkan wilayah.

Pada awalnya dinasti Qin adalah sebuah Kerajaan yang terbentuk dari pecahan negara Zhou yang mulai melemah. Qin terletak di wilayah bagian utara Zhou tepatnya di provinsi Shaanxi modern. dikarenakan melemahnya negara Zhou satu per satu wilayah negara itu mulai memisahkan diri.

Pada masa berdirinya dinasti Zhou mengembangkan sistem pemerintahan feodal dan sistem pertanahan Raja-raja Zhou memberikan tanah yang ada di sekitar wilayah Houjian dan membagikannya kepada rakyat untuk dikelola.

Baca Juga: Mengenal 'Red Sprite', Fenomena Langit Paling Misterius Muncul saat Badai Petir Besar

Mereka yang diberikan tanah oleh raja akan dianggap sebagai penguasa feodal dan tanah yang dikuasai akan dinamakan sebagai negara daerah. Penguasa feodal ini akan selalu membayar pajak kepada pemerintah pusat dan akan membantu negara dalam keadaan darurat sebagai tentara.

Selain itu dinasti Zhou juga membuat sistem pertanahan dimana mereka membuat sebuah hukum tanah. Hukum tanah itu dibuat untuk mengatur pembagian lahan pertanian dan hasil dari pertanian akan diserahkan kepada raja. Seiring berjalannya waktu sistem feodal mulai menghadapi situasi krisis.

Para penguasan feodal ingin memerdekakan daerah mereka sendiri, dan karena itu dinasti Zhou mulai terpecah. Pada saat Kris itu dinasti Zhou memindahkan ibu kota dari Houjian ke Louyang, Negara Zhou terpecah belah menjadi 1.800 negara dan menurun menjadi 140 negara dan menurun lagi menjadi 10 negara, zaman ini dinamakan Zaman Musim Semi dan Musim Gugur atau disebut juga zaman Chunchu.

Baca Juga: Kisah Legenda Teru Teru Bozu, Boneka Putih Penangkal Hujan dari Jepang

Negara-negara ini berperang dengan sangat sengit baik secara diplomasi maupun secara kemiliteran, dan pada akhirnya menyisakan hanya 7 negara. Terjadi perang yang disebut sebagai perang tujuh negara yaitu antara dinasti Qi, Zhau, Qin, Han, Chou dan Yan, perang ini terjadi dari tahun 403 SM sampai 221 SM. Catatan Sejarah Cina menyatakan bahwa zaman ini disebut sebagai zaman perang 7 kerajaan.

Dinasti Qin pada awalnya adalah sebuah negara perbatasan, negara ini dibentuk oleh dinasti Zhou untuk menangani serangan-serangan suku nomaden yang berada di sekitar wilayah Tiongkok. Negara Qin pada awalnya juga adalah negara yang tertinggal, lahan pertanian di negara itu kurang subur, serangan dan ancaman dari suku liar, dan ketakutan akan invasi negara-negara tetangga membuat negara itu selalu dalam kondisi terbelakang.

Dikarenakan keadaan terpuruk itu rakyat negara Qin menginginkan kehidupan yang layak, karena itu dinasti Qin melakukan reformasi negeri. Dinasti Qin mereformasi hukum negara tersebut dan membuat rakyat percaya kepada kebijakan pemerintah, khusus dalam militer dan pertanian.

Baca Juga: Kisah Vjeran Tomic: Pencuri Jago Parkour di Paris, Menggondol Lukisan Terkenal yang Tak Pernah Ditemukan

Sistem baru pemerintahan Qin memberikan kebijakan kepada rakyat jika ada rakyat yang berhasil membuka lahan pertanian baru akan memperoleh hadiah dari pemerintah dan untuk para prajurit yang berjasa di medan perang akan diberikan jabatan, kekayaan, dan keringan pajak dari pemerintah. Reformasi hukum itu terbukti berhasil membuat dinasti Qin menjadi maju dan lepas dari keterpurukan. Reformasi yang membuat Qin meningkat pesat ini dikomando oleh seseorang Bernama Shang Yang.

Shang Yang merubah semua bentuk tatanan sosial Qin yang membentuk sistem birokrasi dalam pemerintahan Qin dan memberikan saran untuk menyatukan seluruh dataran China. Dengan sistem pemberian upah kepada petani yang membuka lahan baru yang diciptakan Shang Yang, dinasti Qin dapat menciptakan infanteri besar-besaran.

Setelah kematian raja Xiao, Shang Yang dituduh melakukan pengkhiantan dan dianggap sebagai mata-mata negara musuh. Semua tuduhan itu dilontarkan oleh bangsawan Qin yang kepentingannya terganggu oleh reformasi yang diciptakan Shang Yang. Shang yang dihukum dengan tubuhnya diikat dan ditarik dengan lima kereta, hukuman itu dijadikan tontonan untuk rakyat. Setelah kematiannya, apa yang diciptakan Shang Yang untuk dinasti Qin menjadi dasar-dasar dan tatanan untuk negara tersebut.

Baca Juga: 'The Most Beautiful Suicide', Potret Bunuh Diri Evelyn McHale yang Mendunia dan Kontroversial

Dinasti Qin menghapus sistem feodal yang dimana dinasti mutlak memegang kekuasaan dan memegang kendali langsung terhadap rakyat. Seiring berjalannya waktu dinasti Qin berhasil meningkatkan perdagangan, pertanian, dan kemiliteran.

Qin mulai memperluas wilayah dengan menduduki wilayah-wilayah disekitar, Qin melakukan serangkaian penaklukkan cepat dan mulai melakukan invasi ke 6 negara kuat lainnya seperti Zhau, Yan, Wei, Han, Chu dan Qi. Seorang raja yang memberikan perintah penaklukkan dan berambisi menyatukan China adalah seorang raja muda yang bernama Ying Zheng yang naik takhta pada usia 13 tahun.

Pada saat berkuasa Ying Zheng mengubah namanya menjadi Qin Shi Huang Di yang memiliki arti “kaisar Qin Pertama”. Pada tahun 229 SM dinasti Qin berhasil menaklukkan dinasti Zhou dan akan berlanjut menaklukkan lima wilayah yang tersisa. Pada tahun 221 SM dinasti Qin berhasil menaklukkan lima negara yang tersisa dan menyatukan seluruh China dibawah kekuasaanya. Dinasti Qin melakukan berbagai cara untuk menyatukan negara yang sangat luas dan memiliki budaya dan bahasa yang berbeda-beda.

Baca Juga: Sepak Terjang Shinsengumi, Pasukan Penjaga Keamanan Kekaisaran Jepang di Zaman Edo

Dinasti Qin membuat kebijakan dengan membuat pemerintahan dibagi menjadi cabinet dan tentara langsung diperintah raja. Dinasti juga membangun jalan untuk menghubungkan satu wilayah dan wilayah lainnya. Pemerintah Qin membuat mata uang untuk jual beli dan menyamakan bermacam-macam huruf yang sudah ada untuk meningkatkan komunikasi dan bahasa.

Pada masa dinasti ini juga kaisar mengerahkan 300.000 pekerja untuk membangun tembok China yang terbentang sepanjang 21.196 km. tembok itu dibuat untuk menangani dan menangkal serangan dari suku Hun yang bertempat di utara, Kaisar Qin menghubungkan tembok-tembok yang dibuat sebelumnya.

Selain membuat tembok kaisar juga memerintahkan pembuatan makam untuknya. Para pekerja yang dikerahkan sebanyak 700.000 ribu orang, angka yang melebihi pekerja yang dibutuhkan untuk membangun tembok China. Kaisar Qin Shi Huang ingin membuat makam yang besar dan mewah, selain itu kaisar memerintahkan untuk membuat sebuah pasukan patung untuk mendampinginya di akhirat, patung-patung itu disebut sebagai tentara Terakota.

Baca Juga: M18 Claymore: Kisah Senjata Mematikan Nan Kontroversial Bak Hujan Peluru yang Mengincar Daging

Patung-patung itu terdiri dari 8000 prajurit terakota dan 600 kuda terakota. Terdapat merkuri dengan kadar yang sangat tinggi di dalam makam kaisar, dikatakan kaisar memasukan merkuri untuk membuat sebuah Sungai atau danau. Kaisar Qin Shi Huang menyiapkan makam yang megah untuk menandakan betapa besar kekuasaanya,menciptakan pasukan terakota untuk mendampinginya di akhirat, dan memiliki ambisi untuk berkuasa di alam baka.

Penyebab kematian sang kaisar dikatakan disebabkan oleh cairan merkuri. Kaisar memiliki keinginan untuk hidup abadi dan karenanya dia mencari berbagai ramuan. Kaisar memerintahkan para alkemis di istana untuk membuatkan sebuah ramuan untuknya dan kaisar meminum ramuan yang di dalamnya terkandung merkuri. Tak lama kemudian pengaruh dari merkuri mulai terasa dan pada akhirnya kaisar Qin tewas karena keracunan.

Terjadi pemberontakan yang menjadi lonceng keruntuhan dari dinasti Qin. Pemberontakan itu dinamakan pemberontakan Daze Village. Pemberontakan yang dilakukan oleh para petani yang tidak terima dikarenakan pajak yang tinggi dari dinasti Qin. Pemberontakan ini dipimpin oleh Chen Seng dan Wu guang. Juga terjadi pemberontakan yang dilakukan jenderal Xiang Yu yang memberantas tentara Qin, menakklukan ibu kota, dan mengeksekusi kaisar.

Baca Juga: Menelusuri Eksistensi Miko di Peradaban Lampau hingga Modern Jepang yang Dipercaya jadi Perantara Dunia Manusia dengan Para Dewa

Setelahnya Xiang Yu membagi Qin menjadi 18 negara bagian dan China kembali terpecah-pecah. Selain Xiang Yu terdapat satu sosok lagi seorang pemberontak yang Bernama Liu Bang. Diceritakan Xiang Yu dan Liu Bang bertarung untuk memperebutkan kekuasaan atas seluruh China, dan pada pertempuran itu Xiang Yu dikalahkan oleh Liu Bang. Dengan kemenangannya Liu Bang membentuk sebuah negara baru yang dinamai dinasti Han dan China memasuki zaman baru.

Dinasti Qin adalah dinasti pertama yang menyatukan China dan dinasti yang paling pendek umurnya, tercatat dalam Sejarah bahwa dinasti Qin hanya berkuasa selama 15 tahun, namun dinasti ini menjadi suatu pondasi, dasar, dan tatanan untuk dinasti selanjutnya yang berkuasa di China.

Writer: Ananda Fachreza Lubis


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators,

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: History.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU