INDOZONE.ID - Eksistensi Miko telah ada di Jepang sejak berabad-abad lalu. Keberadaan Miko berakar dari kepercayaan bahwa perempuan muda memiliki kemurnian spiritual khusus yang memungkinkan mereka untuk melayani dewa di kuil. Hal inilah yang kemudian membuat orang-orang pada masa itu percaya bahwa Miko berperan sebagai pembawa pesan antara dunia manusia dan alam para dewa.
Meski perannya telah berubah, sampai sekarang keberadaan Miko masih dapat ditemukan dengan mudah di berbagai kuil di Jepang. Seorang Miko biasanya mengenakan hakama berwarna merah dan kimono putih berlengan pendek. Selain itu, Miko biasanya mengikat rambutnya dengan mengenakan kombinasi danshi (kertas Jepang berkualitas), mizuhiki (tali berwarna yang terbuat dari kertas) dan takenaga (kertas untuk hiasan).
Para perempuan muda yang akan bekerja sebagai Miko akan menjalani serangkaian program pelatihan yang intensif dan beragam. Saat ini mereka berperan penting dalam melestarikan tradisi dan budaya Shinto yang merupakan agama asli Jepang.
Baca Juga: Kisah Horor di Balik Hutan Aokigahara di Jepang: Tempat Terkenal untuk Bunuh Diri
Untuk mengenal Miko lebih dalam, kami telah merangkum sejarah panjang eksistensi Miko sejak periode awal Jepang hingga masa kini.
Keberadaan Miko Selama Periode Awal Jepang
Melansir japan-experience.com, pada masa lalu, Miko merupakan salah satu tokoh agama dan politik yang memiliki pengaruh besar di Jepang. Dalam catatan tertulis pertama Jepang, “Babad Tiongkok” yang ditulis pada abad ke-3 M, menyebutkan tentang Himeko, seorang ‘ratu’ dukun Jepang. Namun sayangnya, para ahli sejarah masih memperdebatkan soal kebenaran sosok Himeko ini. Sehingga, cerita tentang Himeko dianggap sebagai legenda yang tak dapat dipastikan kebenarannya.
Dalam babad Jepang abad ke-7 M, tertulis bahwa Permaisuri Jingu merupakan seorang dukun dan penguasa militer. Namun, lagi-lagi para ahli sejarah tidak bisa membuktikan kebenaran pernyataan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, catatan sejarah tentang seorang pendeta wanita yang memimpin pasukan dalam penaklukan suku-suku di wilayah selatan semakin banyak muncul. Dalam catatan-catatan tersebut, dapat diketahui bahwa kaum wanita telah memiliki peranan penting dalam bidang agama maupun politik sejak zaman Jepang kuno. Hal tersebut dipercaya karena mereka memiliki kemampuan untuk menerima pesan dari para dewa.
Keberadaan Miko Selama Periode Heian
Melalui catatan yang berasal dari periode Heian (794 – 1185 M), disebutkan juga bahwa Miko berperan untuk menerima pesan para dewa (nubuat) dan kemudian menyampaikannya kepada orang lain.
Baca Juga: Pembagian Era di Jepang, Dari Era Asuka hingga Era Heisei
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Japanesewiki.com, Japanexperience.com