Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 29 JUNI 2026 • 19:30 WIB

Kilas Balik Perang Punisia: Kisah Nekat Jenderal Hannibal Bawa Pasukan Gajah Seberangi Gunung Es Demi Gempur Romawi

Kilas Balik Perang Punisia: Kisah Nekat Jenderal Hannibal Bawa Pasukan Gajah Seberangi Gunung Es Demi Gempur RomawiIlustrasi Perang Punisia. (New York Ward/Wikipedia)

INDOZONE.ID - Kalau kita lagi ngomongin soal penguasa zaman purba, nama Romawi Kuno atau Yunani pasti langsung jadi top of mind. Wajar sih, dua peradaban ini emang punya sejarah yang mentereng banget.

Tapi tahu gak, sebenarnya ada satu kekuatan raksasa ketiga yang sering luput dari buku sejarah sekolah. Kekuatan maritim ini super tangguh, punya tangan besi, dan bahkan sempat bikin Romawi Kuno gemetaran menahan takut.

Dilansir dari History Extra, sejarawan Josephine Quinn menyebut kalau kekuatan raksasa yang terlupakan ini adalah Bangsa Fenisia dan anak turunannya yang sukses membangun Kekaisaran Kartago. Sebelum Romawi menguasai dunia, Kartago-lah yang lebih dulu jadi bos besar di lautan.

Baca juga: Volubilis: Bukti Kejayaan Romawi Kuno Pernah Berjaya Sampai ke Afrika

Berawal dari Kota Kecil, Sukses Monopoli Warna 'Rich Guy'

Sebelum jadi penguasa laut yang disegani, bangsa Fenisia awalnya cuma sekelompok warga yang tinggal di kota-kota pelabuhan kecil di sekitar Lebanon dan Suriah modern. Posisi mereka juga sempat kejepit di antara kerajaan raksasa zaman perunggu seperti Mesir, Het, dan Babilonia.

Namun, bangsa Fenisia punya satu skill dewa: mereka adalah pelaut dan navigator ulung. Jauh sebelum orang Yunani berani berlayar jauh, orang Fenisia sudah bisa keliling Mediterania cuma bermodalkan petunjuk dari Bintang Kutub atau Pole Star.

Mereka berdagang kayu cedar, gelas pecah belah, kain mahal, hingga produk paling legendaris: pewarna ungu dari cangkang siput laut (murex). Zaman dulu, warna ungu ini langka banget dan harganya selangit, sampai-sampai cuma boleh dipakai sama raja dan sultan kaya raya.

Nah, pas kerajaan-kerajaan besar Zaman Perunggu hancur lebur sekitar tahun 1200 SM gara-gara perang dan krisis, bangsa Fenisia langsung mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mereka gas pol memperluas wilayah dagang dan bikin koloni di mana-mana. Gak cuma jago dagang, mereka juga menciptakan alfabet 22 huruf yang kelak ditiru orang Yunani dan Latin buat jadi alfabet yang kita pakai sekarang.

Kartago Bangkit: Siapa yang Berani Lewat, Siap-Siap Dibuang ke Laut!

Dari sekian banyak koloni yang dibuat bangsa Fenisia di arah barat, ada satu kota di Tunisia modern yang berkembang jadi raksasa bernama Kartago. Didirikan sekitar tahun 800 SM, Kartago tumbuh subur jadi kota metropolitan super kaya yang dihuni sekitar 400.000 penduduk.

Kartago sukses memonopoli seluruh jalur perdagangan di laut Mediterania bagian barat. Saking berkuasanya, mereka bikin aturan sepihak yang super galak. Penulis Yunani kuno, Eratosthenes, mencatat kalau ada kapal asing yang nekat melintasi pelabuhan milik Kartago tanpa izin, angkatan laut Kartago bakal datang, merampas kapalnya, dan langsung ngebuang para awaknya ke laut hidup-hidup!

Duit hasil monopoli dagang itu dipakai Kartago buat menyewa tentara bayaran profesional, membangun benteng kokoh, dan memperkuat armada kapal perang mereka. Kartago bener-bener menerapkan aturan tangan besi di wilayah perairan.

Baca juga: 5 Kaisar Romawi yang Membentuk Arah Kekaisaran dan Dunia Kuno

Musuh Bebuyutan Romawi dan Pasukan Gajah Hannibal

Melihat Kartago makin kaya dan berkuasa, Romawi Kuno yang saat itu baru mulai berkembang di Italia mulai merasa gerah. Bentrokan kedua raksasa ini gak bisa dihindari lagi dan pecahlah perang legendaris bernama Perang Punisia yang berlangsung selama tiga babak.

Perang ini berjalan super brutal selama satu abad lebih. Momen paling ikonik sekaligus bikin jantungan orang Romawi terjadi saat jenderal jenius dari Kartago bernama Hannibal melakukan aksi nekat yang di luar nalar. Dia memimpin pasukan raksasanya, lengkap dengan membawa kawanan gajah perang menembus badai salju di Pegunungan Alpen cuma demi mengobrak-abrik jantung pertahanan Romawi dari belakang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nationalgeographic

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kilas Balik Perang Punisia: Kisah Nekat Jenderal Hannibal Bawa Pasukan Gajah Seberangi Gunung Es Demi Gempur Romawi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!