INDOZONE.ID - Candi-candi di Pulau Jawa memiliki ciri khas arsitektur yang beragam sesuai dengan wilayah pembangunannya.
Perbedaan tersebut terlihat jelas antara candi bercorak Jawa Tengah dan Jawa Timur yang masing-masing mempunyai gaya tersendiri.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), candi adalah bangunan kuno berbahan batu yang pada masa lampau digunakan sebagai tempat ibadah atau penyimpanan abu jenazah raja dan tokoh agama Hindu-Buddha.
Adapun langgam merujuk pada gaya, bentuk, atau corak tertentu yang menjadi karakter suatu karya.
Baca juga: Candi Borobudur Ternyata Penuh Kode Astronomi Kuno
Perbedaan tersebut muncul karena candi-candi di Jawa umumnya dikelompokkan ke dalam tiga langgam utama, yakni Jawa Tengah Utara, Jawa Tengah Selatan, dan Jawa Timur.
Pengelompokan ini menghasilkan karakter arsitektur yang khas pada setiap wilayah sehingga perbedaan antara candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur relatif mudah dikenali.
Masing-masing memiliki ciri tersendiri, baik dari bentuk bangunan, struktur, maupun unsur hiasannya. Untuk memahami perbedaannya lebih lanjut, simak penjelasan berikut.
Salah satu perbedaan yang paling mudah dikenali antara candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur terletak pada bentuk bangunannya.
Candi-candi di Jawa Tengah umumnya memiliki tubuh yang lebih besar dan kokoh, sedangkan candi di Jawa Timur cenderung lebih ramping serta menjulang tinggi.
Perbedaan ini berkaitan erat dengan material yang digunakan dalam proses pembangunannya. Karena menggunakan bahan yang relatif lebih berat, candi di Jawa Tengah dirancang dengan struktur yang lebih padat untuk menjaga kestabilannya.
Sementara itu, material yang lebih ringan memungkinkan candi di Jawa Timur dibangun dengan bentuk yang lebih tinggi dan langsing tanpa mengurangi kekuatan bangunan.
Perbedaan lainnya terlihat pada bentuk atap candi. Candi di Jawa Tengah umumnya memiliki atap bertingkat yang jelas dengan tiga undakan, sering dihiasi stupa pada candi Buddha atau ratna pada candi Hindu.
Sementara itu, candi di Jawa Timur memiliki atap yang lebih tinggi dan ramping, dengan puncak berbentuk kubus atau piramida bertingkat yang menyatu membentuk lengkungan halus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kemendikdasmen