Dua astronot Amerika Serikat, Alan Shepard dan Neil Armstrong (Wikipedia)
INDOZONE.ID - Ketika membahas penjelajahan ruang angkasa dan siapa yang sampai ke bulan, masih banyak orang yang menyamakan pencapaian Neil Armstrong dan Alan Shepard. Padahal, keduanya mencatat sejarah yang berbeda dalam program antariksa Amerika Serikat.
Meski sama-sama menjadi tokoh penting dalam program antariksa NASA, kedua tokoh tersebut punya misi tersendiri dalam konteks dan tujuan yang berbeda, seperti yang dikutip dari akun resmi NASA.
Nama Neil Alden Armstrong tercatat dalam sejarah dunia pada 20 Juli 1969 (waktu Amerika Serikat), ketika ia keluar dari modul pendarat Eagle dalam misi Apollo 11 dan menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di permukaan Bulan.
Momen bersejarah tersebut disaksikan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia melalui siaran televisi langsung. Saat menapakkan kaki di Bulan, Armstrong mengucapkan kalimat yang kemudian menjadi salah satu kutipan paling terkenal dalam sejarah sains:
Baca juga: NASA Pakai AI dan Drone untuk Bangun Pangkalan di Bulan
"That's one small step for [a] man, one giant leap for mankind."
Bersama Buzz Aldrin, Armstrong menghabiskan sekitar dua setengah jam melakukan aktivitas di permukaan Bulan. Mereka mengumpulkan sampel batuan, memasang instrumen ilmiah, mengambil dokumentasi, serta melakukan berbagai eksperimen sebelum kembali ke modul.
Misi Apollo 11 merupakan puncak dari perlombaan antariksa (Space Race) antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada era Perang Dingin. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi roket, hingga eksplorasi antariksa modern.
Sebelum menjadi astronaut, Armstrong merupakan pilot uji dan insinyur penerbangan. Latar belakang teknisnya membuat NASA memilihnya sebagai komandan Apollo 11.
Kesalahan yang cukup sering muncul adalah menganggap Alan Shepard sebagai manusia pertama di Bulan. Faktanya, Shepard mencatat sejarah yang berbeda.
Baca juga: Artemis II Menuju Bulan, Astronot NASA Pecahkan Rekor Jarak Terjauh dari Bumi
Pada 5 Mei 1961, Alan Shepard menjadi orang Amerika Serikat pertama yang berhasil pergi ke luar angkasa melalui misi Mercury-Redstone 3 atau Freedom 7.
Penerbangannya berlangsung sekitar 15 menit dalam lintasan suborbital. Artinya, wahana yang ditumpanginya belum mengelilingi Bumi, melainkan hanya mencapai luar atmosfer sebelum kembali mendarat.
Meski singkat, penerbangan tersebut memiliki arti besar karena membuktikan bahwa Amerika Serikat mampu mengirim manusia ke luar angkasa. Keberhasilan Shepard juga menjadi langkah awal menuju program Gemini dan akhirnya Apollo.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NASA