INDOZONE.ID - Ratusan tahun lalu, sebelum Eropa menjadi kekuatan dominan, ada satu peradaban yang jauh lebih maju dalam segala aspek: Cina Kuno.
Pada zamannya, peradaban Tiongkok jauh lebih canggih daripada bangsa-bangsa Eropa. Mereka telah menciptakan sistem irigasi, pendeteksi gempa, jam astronomi bertenaga air, hingga bubuk mesiu.
Saat Eropa masih menggunakan panah, tentara Cina sudah menggunakan senjata api dan memiliki jutaan pasukan kuat.
Baca juga: Tombolotutu: Raja dari Sulawesi yang Bikin Belanda Frustrasi Sampai Mati
Kapal-kapal mereka juga jauh lebih besar dan dilengkapi kompas magnetik.
Kekayaan Cina juga tak terbantahkan. Rahasia produksi sutra, komoditas yang sangat berharga di seluruh dunia, membuat Cina menjadi sangat kaya.
Dengan segala keunggulan ini, Cina memiliki potensi tak terbatas untuk menaklukkan peradaban lain.
Namun, mengapa mereka tidak melakukannya?
Melansir kanal YouTube @kokbisa, ada beberapa alasan utama yang membuat Cina kuno memilih untuk tidak memperluas kekuasaannya ke seluruh penjuru dunia.
Baca juga: Bukan Cuma Alamnya, Enrekang Ternyata Punya 5 Kerajaan dengan Kisah Unik
Ideologi yang Mandiri dan Terisolasi secara Geografis
Alasan pertama yang paling mendalam adalah ideologi Cina yang memandang diri mereka sebagai 'pusat dunia' atau 'Zhongguo'.
Mereka merasa sudah mandiri (self-sufficient) dengan wilayah yang luas, dua sungai raksasa, hutan tropis, dan populasi besar yang menyediakan semua sumber daya alam dan manusia yang dibutuhkan.
Mereka yakin, dunia luar lah yang membutuhkan mereka, bukan sebaliknya.
Selain itu, Cina secara geografis dikelilingi oleh gurun, pegunungan tinggi, dan lautan luas. Hambatan alami ini membuat ekspansi wilayah menjadi sangat sulit.
Baca juga: Sejarah dan Makam Petta Lasinrang, Panglima Perang Pemberani dari Pinrang
Keputusan Berani untuk Berbalik Arah
Meskipun sempat ada upaya ekspedisi laut besar-besaran untuk memamerkan kekuatan mereka, kaisar baru yang berkuasa setelahnya memiliki pandangan berbeda.
Ia melihat pelayaran tersebut sebagai pemborosan dana negara dan memilih untuk fokus pada pertahanan.
Pemerintahan Cina kemudian mengarahkan sumber daya untuk memperkuat militer dan membangun Tembok Besar yang legendaris, untuk melindungi diri dari musuh utama mereka dari utara, yaitu bangsa Mongol.
Akhirnya, pemerintah melarang semua ekspedisi maritim, menyatakan berlayar dengan kapal besar sebagai kejahatan, dan bahkan menghancurkan armada kapal eksplorasi mereka.
Baca juga: Hassan-i Sabbah: Pendiri Kelompok Hasyasyin dan Warisannya dalam Sejarah Islam
Keputusan drastis ini mengakhiri kesempatan emas Cina untuk menguasai dunia, sebuah peluang yang pada akhirnya diambil alih oleh bangsa-bangsa Eropa.
Ternyata, kekayaan dan teknologi saja tidak cukup untuk menjadi penguasa dunia. Ada pilihan politik dan ideologi yang jauh lebih menentukan.
Keputusan Cina kuno untuk 'menarik diri' ratusan tahun lalu adalah pelajaran berharga bagi peradaban modern. Bagaimana menurut Anda, apakah ada negara di dunia saat ini yang mengikuti jejak serupa?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube @kokbisa