Pemandangan malam di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. (Instagram/Addas_Kadir)
INDOZONE.ID - Kabupaten Enrekang di Sulawesi Selatan tak hanya memesona dengan keindahan alamnya, tetapi juga kaya akan sejarah peradaban. Jauh sebelum era modern, wilayah ini menjadi pusat kekuatan dari lima kerajaan lokal yang memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya dan politik masyarakat setempat. Mari kita telusuri jejak sejarah kelima kerajaan tersebut.
Nama Enrekang berasal dari kata ending, yang berarti mendaki atau menanjak. Kerajaan ini dimulai dari Kerajaan Tinggal Ungan yang didirikan sekitar abad ke-10 atau 11 oleh seorang Tomanurung bernama Welang Rilangie. Namun, Kerajaan Enrekang yang kita kenal sekarang baru terbentuk pada abad ke-15.
Pendirinya adalah seorang perempuan bernama Ta' Ibuku. Kerajaan ini terbentuk setelah empat raja dari wilayah berbeda yaitu Ranga, Cendana, Karueng, dan Papi bersatu saat pernikahan putri Ta' Ibuku, Kota. Ta' Ibuku kemudian digantikan oleh putrinya, Kota.
Baca juga: Pemberontakan Raden Ronggo: Tantangan terhadap Hegemoni Kerajaan Jawa
Awalnya bernama Kerajaan Tapong, kerajaan ini didirikan pada abad ke-15 oleh Letta' Ke Buku, putri dari Tomanurung La Cippaga. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bawah kepemimpinannya. Setelah berhasil menghalau serangan dari Kerajaan Sidenreng, Rappang, dan Bone, pasukannya dijuluki "Toma-wa," yang berarti "orang-orang yang melawan." Julukan inilah yang kemudian berkembang menjadi nama Maiwa. Setelah Letta' Ke Buku wafat, putrinya, We Bettilam, secara resmi mengganti nama kerajaan menjadi Maiwa.
Pegunungan Buttu Macca Enrekang. (sumber: desasalludewata.digitaldesa.id)
Kerajaan Batulappa didirikan pada akhir abad ke-16 oleh Ijo Ma', putri tertua dari Arung Buttu Kerajaan Enrekang. Pada abad ke-18, kerajaan ini dipimpin oleh dua tokoh penting, yaitu Arung Lampah dan Matua. Kehadiran kerajaan ini menjadi bukti adanya perluasan kekuasaan dan hubungan kekerabatan antarkerajaan di wilayah Enrekang.
Kerajaan Cassa berdiri pada akhir abad ke-18 oleh seorang raja bernama Sama Raja. Sama seperti kerajaan lainnya, raja memegang kekuasaan tertinggi dan disebut sebagai Arung. Sistem pemerintahannya cukup terstruktur, di mana raja dibantu oleh Sulewatang dan Pak Bicara. Di bawah mereka, ada Diladang Matoa dan Janang yang dipilih oleh masyarakat desa.
Baca juga: Bukan Mitologi! Ini Bukti Kerajaan Jenggala Pernah Berjaya di Sidoarjo
Duri, yang juga dikenal sebagai Federasi Tallu Batupapan, merupakan gabungan dari tiga kerajaan mandiri: Malua, Alla', dan Buntu Batu. Raja pertama yang diketahui adalah Tomalangke, yang lahir di Desa Tondon.
Ketiga kerajaan tersebut dipimpin oleh keturunan Tomalangke: La Gali (Malua), Ilo Rom (Alla'), dan La Buttu (Buntu Batu). Para raja ini memiliki tempat pertemuan khusus untuk musyawarah: raja Malua bertemu di pedalaman wilayahnya, raja Alla' di Bukit Mata Alla, dan raja Buntu Batu di Di' Batu.
Dengan mengetahui sejarah lima kerajaan ini, kita bisa lebih menghargai kekayaan budaya dan warisan leluhur yang dimiliki Kabupaten Enrekang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube/@CatatanKakiKita