INDOZONE.ID - Pada tanggal 24 April 1967, dunia dikejutkan oleh sebuah tragedi besar dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa.
Vladimir Komarov, seorang kosmonot asal Uni Soviet, menjadi manusia pertama yang tewas dalam misi luar angkasa.
Kisah kematiannya bukan hanya sebuah kecelakaan tragis, tetapi juga mencerminkan ketegangan dan ambisi besar Uni Soviet dalam perlombaan luar angkasa melawan Amerika Serikat pada masa itu.
Melansir Instagram @azix_3gp, Vladimir Komarov bukan orang sembarangan. Ia adalah kosmonot berpengalaman yang sudah pernah menjalankan misi luar angkasa sebelumnya pada tahun 1964.
Pada tahun 1967, Uni Soviet berusaha keras memenangkan perlombaan luar angkasa melawan Amerika Serikat.
Baca Juga: Kisah Nyata Soto Daging Manusia di Terminal Kampung Rambutan yang Menggegerkan
Dalam upaya itu, mereka menyiapkan misi baru, yakni Soyuz 1, yang bertujuan menguji teknologi luar angkasa baru yang diharapkan dapat mempercepat pencapaian Uni Soviet di luar angkasa.
ilustrasi keberangkatan Vladimir Komarov ke luar angkasa (Webtekno)
Pada 23 April 1967, Soyuz 1 diluncurkan dengan Vladimir Komarov sebagai satu-satunya awak. Namun, begitu berada di luar angkasa, masalah demi masalah mulai muncul.
Panel surya yang harusnya memberikan tenaga tidak berfungsi, menyebabkan kekurangan daya. Selain itu, sistem navigasi mengalami kegagalan, membuat Komarov kesulitan mengendalikan pesawat.
Baca Juga: Misteri di Pegunungan Ural Rusia: Insiden Dyatlov Pass yang Tak Terpecahkan
Meskipun situasi semakin sulit, Komarov tetap tenang dan berusaha memperbaiki berbagai masalah teknis dari dalam pesawat. Tapi sayangnya, kerusakan yang ada terlalu besar untuk diatasi.
Para insinyur di darat akhirnya memutuskan untuk menghentikan misi dan meminta Komarov kembali ke Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram