Ilustrasi pengobatan di Mesir kuno. (Wikimedia Commons)
INDOZONE.ID - Kalau kamu mengira dunia medis modern baru dimulai beberapa abad belakangan, siap-siap buat takjub dengan peradaban Mesir Kuno. Jauh sebelum dunia Barat melek soal ilmu kedokteran, para tabib di lembah Sungai Nil ternyata sudah mempraktikkan prosedur medis yang sangat maju. Bahkan, kecanggihan mereka menjadi fondasi dasar bagi perkembangan ilmu medis bangsa Yunani dan Romawi.
Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat Mesir Kuno sudah paham kalau penyakit bisa disembuhkan lewat ramuan obat, terapi pijat, hingga aromaterapi. Kerennya lagi, mereka sangat peduli pada higienitas alias kebersihan saat merawat pasien. Mulai dari urusan penanganan luka, kontrasepsi (KB), hingga farmasi, semuanya sudah terorganisir dengan rapi.
Semua rahasia medis ini terungkap lewat tiga dokumen kuno utama yang berusia sekitar 3.500 tahun: Papirus Ebers, Papirus Edwin Smith, dan Papirus Ginekologi Kahun. Isinya? Prosedur rumit yang mirip banget dengan dunia kedokteran modern.
Pada tahun 1862, seorang profesor Egiptologi bernama George Ebers menemukan sebuah dokumen luar biasa dari tahun 1500 SM yang kini dikenal sebagai Papirus Ebers. Dokumen ini menjadi bukti tertua mengenai cara berpikir deduktif dalam dunia medis yang dipakai sebagai panduan para dokter praktik kala itu.
Menurut laporan dari The Collector, para dokter Mesir Kuno gak asal tebak penyakit. Mereka wajib mengikuti SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ketat saat memeriksa pasien:
Setelah semua data terkumpul, dokter baru akan mengeluarkan prognosis atau keputusan akhir. Ada tiga kesimpulan: penyakit itu bisa diobati, penyakit yang harus dilawan, atau penyakit yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi.
Alat-alat bedah mesir kuno. (Wikimedia Commons)
Jangan dikira dokter zaman dulu serba bisa untuk semua penyakit. Di zaman Mesir Kuno, sistem spesialisasi dokter sudah berjalan lho! Sejarawan kuno Herodotus mencatat, lewat prasasti makam dan papirus, ditemukan bukti adanya dokter spesialis saraf, dokter mata, dokter gigi, ahli pencernaan (gastroenterologi), hingga spesialis penyakit dalam.
Bahkan, ada dokter yang punya banyak keahlian sekaligus, contohnya seorang tabib bernama Ir-en-akhy. Di dalam makamnya tertulis bahwa dia adalah seorang dokter mata, ahli pencernaan, "penafsir cairan", hingga mendapat julukan unik sebagai "gembala anus" alias dokter spesialis gangguan dubur dan usus.
Selain dokter umum atau sekuler yang disebut snwn, masyarakat Mesir Kuno juga mengenal praktisi penyembuh lain, seperti sau (penyihir) dan wab (pendeta penyembuh) yang mengombinasikan obat dengan mantra ritual.
Baca juga: Orang Mesir Kuno Ternyata Sudah Pakai Tip-ex untuk Edit Gambar 3.000 Tahun Lalu
Lantas, gimana cara mereka melakukan operasi bedah tanpa bikin pasien menjerit kesakitan? Apakah mereka sudah mengenal konsep anestesi atau obat bius?
Melansir dari Egypt Today, bangsa Mesir Kuno memanfaatkan obat pereda nyeri dan penenang herbal sederhana saat menjahit luka atau membetulkan tulang yang patah. Salah satu bahan yang diduga kuat menjadi obat bius alami mereka adalah ekstrak buah mandragora (mandrake).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nationalgeographic