Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 28 JUNI 2026 • 16:30 WIB

Badai Gak Pernah Mau Lewati Garis Khatulistiwa, Ternyata Ini Alasan Ilmiah di Baliknya!

Badai Gak Pernah Mau Lewati Garis Khatulistiwa, Ternyata Ini Alasan Ilmiah di Baliknya!Siklon topis yang menyebabkan kerusakan parah di Florida pada tahun 2022. (NASA/Lauren Dauphin)

INDOZONE.ID - Kita semua pasti sudah tahu kalau hantaman hurikan, siklon, maupun topan secara berkala selalu menerjang wilayah-wilayah tropis di planet kita. Angin ribut super kencang ini selalu sukses menyisakan kerusakan parah di mana pun pusaran anginnya mendarat.

Namun, ada satu fenomena yang unik banget. Baik hurikan, siklon, maupun topan terpantau jarang banget mendekati garis khatulistiwa. Bahkan yang lebih bikin melongo, badai-badai raksasa tersebut ternyata tidak akan pernah bisa melintasi garis khatulistiwa. Kok bisa, ya?

Sebelum masuk ke alasan ilmiahnya, kita samakan persepsi dulu. Sebenarnya hurikan, siklon, dan topan itu adalah fenomena alam yang sama persis. Bedanya cuma pada lokasi kejadiannya saja: disebut hurikan di Atlantik Utara dan Pasifik Timur Laut, dinamai topan di Pasifik Barat, dan dijuluki siklon di Samudra Hindia. Biar lebih simpel, kita sebut saja semuanya sebagai "badai".

Baca juga: Geger Penampakan Garis Laser Hijau Melintasi Langit Malam Hawaii, Fenomena Apa?

Bagaimana Badai Raksasa Terbentuk?

Secara teknis, badai bekerja mirip seperti mesin turbin berputar raksasa yang bahan bakarnya adalah udara hangat dan lembap. Makanya, badai cuma bisa lahir di perairan laut tropis yang suhu air permukaannya berada di atas 26°C.

Udara di atas permukaan laut yang memanas bakal naik ke atas secara cepat. Begitu sampai di atas, udara ini mendingin dan membentuk gumpalan awan badai petir. Nah, ruang kosong yang ditinggalkan oleh udara yang naik tadi otomatis menciptakan area tekanan rendah di bawahnya. Kondisi ini memicu udara dari sekitarnya berebut masuk dengan sangat cepat.

Dibantu dengan dorongan angin lokal, kombinasi ini memicu pusaran badai. Lama-kelamaan, awan yang terus menumpuk di atas bakal menumpahkan hujan sekaligus membuang energi panas kembali ke permukaan laut, yang justru menjadi bahan bakar tambahan agar badai di bawahnya makin menggila.

Efek Coriolis: 'Pagar Gaib' di Pusat Bumi

Badai Gak Pernah Mau Lewati Garis Khatulistiwa, Ternyata Ini Alasan Ilmiah di Baliknya!Garis Khatulistiwa. (Cburnett/wikimedia Commons)

Nah, arah putaran angin badai ini ternyata diatur oleh yang namanya Gaya Coriolis yaitu gaya semu pembelokan arah suatu objek akibat perputaran atau rotasi Bumi pada porosnya.

  • Di Belahan Bumi Utara: Rotasi Bumi bikin aliran udara tertarik berlawanan arah jarum jam. Efeknya, badai di wilayah utara selalu berputar berlawanan arah jarum jam.
  • Di Belahan Bumi Selatan: Dilansir dari IFL Science, kondisi sebaliknya terjadi di mana badai bakal berputar searah jarum jam.

Meskipun badai hobi tumbuh di air tropis yang hangat, mereka hampir gak pernah bisa terbentuk dalam radius 300 kilometer dari garis khatulistiwa. Memang pada tahun 2003 silam sempat ada anomali luar biasa bernama Topan Vamei yang berputar cuma 150 kilometer di utara ekuator, tapi fenomena langka itu adalah pengecualian ekstrem yang cuma terjadi sekali dalam seabad.

Alasan utamanya adalah karena efek coriolis bernilai nol di garis khatulistiwa. Tanpa adanya gaya coriolis, kumpulan awan hujan di wilayah ekuator gak punya daya atau stimulasi untuk memutar diri mereka menjadi sebuah badai raksasa.

Baca juga: Apakah di Bulan Terdapat Siang dan Malam? Ini Penjelasan Garis Terminator Bulan

Kenapa Badai Gak Bisa Menyeberang?

Hal ini juga menjawab alasan kenapa kita gak akan pernah melihat ada badai yang iseng menyeberangi garis ekuator dari utara ke selatan, atau sebaliknya.

Sebab, kalau ada badai yang nekat bergerak mendekati khatulistiwa, pusaran anginnya secara alami akan melambat, berhenti berputar, lalu terpaksa berbalik arah ke belahan bumi asalnya agar strukturnya gak buyar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nationalgeographic

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Badai Gak Pernah Mau Lewati Garis Khatulistiwa, Ternyata Ini Alasan Ilmiah di Baliknya!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!