INDOZONE.ID - Bertahun-tahun para ilmuwan berusaha mencari tahu isi gulungan papirus yang menjadi arang karena letusan Gunung Vesuvius tahun 79 M. Gulungan yang diberi nama "PHerc. 1667" itu tertimbun material vulkanik sejak tahun 79 M.
Ilmuwan telah melakukan segala metode untuk membukanya, dari menggunakan bahan kimia, gas, dan lain-lain. Saking rapuhnya, gulungan tersebut malah rusak.
Baru-baru ini, dengan bantuan akal imitasi, para ilmuwan berhasil melihat isi gulungan tanpa membukanya secara fisik. Mereka, untuk pertama kalinya, membuka satu gulungan secara penuh teks sepanjang hampir 1,5 meter pada 20 kolom.
Inisiatif untuk menguak isi gulungan papirus rapuh itu merupakan bagian dari proyek Vesuvius Challenge. Penggagasnya ialah Brent Seales, profesor ilmu komputer di Universitas Kentucky, dan pengusaha Nat Friedman dan Daniel Gross pada tahun 2023.
Ilmuwan mula-mula memindai gulungan papirus yang sudah berubah bentuk dengan CT scan. Gulungan itu kemudian diratakan secara virtual menggunakan AI canggih yang telah dilatih untuk mengidentifikasi tinta pada halaman.
Akhirnya, untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil membuka satu gulungan secara penuh.
"Selama hampir dua milenium, banyak dari teks-teks ini tersimpan secara fisik tetapi tidak dapat diakses secara intelektual," kata Seales dalam pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (25/6/2026).
Kemajuan yang dicapai ini disampaikan dalam sebuah konferensi di Napoli, Italia. Pihak yang terlibat menyebutnya: "terobosan bersejarah".
Baca juga: Ilmuwan Berhasil Terjemahkan 11 Kosakata dalam Cuitan Burung Zebra Finch
Menurut peneliti, teks yang berhasil diungkap merupakan diskusi filosofis tentang etika, seni, dan perilaku manusia. Isinya kemungkinan mencerminkan pemikiran Stoik yang berkembang saat itu.
Proyek Vesuvius Challenge, dengan perkembangan yang dicapai, kini berada di tahap baru.
"Sekarang kita membutuhkan para ahli yang dapat membaca, menyunting, dan memahami apa yang disampaikan oleh teks-teks tersebut," kata Seales.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: CNN