Umat muslim mengikuti aksi Reuni Akbar 212 (ANTARA)
INDOZONE.ID - Demo atau aksi 212 merujuk pada gerakan massa besar yang berlangsung pada 2 Desember 2016 lalu di Jakarta. Aksi ini kemudian dikenal sebagai Gerakan 212 atau Aksi Bela Islam III.
Aksi ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang merupakan Gubernur DKI Jakarta pada saat itu yang dinilai menistakan agama Islam. Ungkapan tersebut memicu reaksi luas di kalangan umat Islam dan menjadi pemicu lahirnya aksi turun ke jalan secara besar-besaran.
Namun, apa arti dari 212 sendiri? Simak penjelasannya berikut ini!
Baca juga: Barbie: Boneka Legendaris yang Terus Berevolusi Sejak 1959
Aksi 212 tidak hanya dipandang sebagai aksi protes berbasis agama, melainkan berkembang menjadi bentuk politik identitas di Indonesia. Identitas keagamaan menjadi kekuatan utama dalam memobilisasi massa, menciptakan solidaritas kolektif, serta membentuk gerakan sosial yang berpengaruh terhadap dinamika politik nasional, khususnya di Jakarta.
Kontroversi yang melibatkan tokoh politik dan isu keagamaan membuat Aksi 212 ini memberikan dampak besar pada ruang politik Indonesia. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa agama memiliki kekuatan signifikan dalam menggerakkan opini publik dan memengaruhi keputusan politik.
Baca juga: Aroma Mistis Kenanga: Dari Penangkal Gaib hingga Rahasia Kecantikan Keraton
Gerakan ini meninggalkan jejak penting dalam politik di Indonesia. Aksi 212 dipandang sebagai simbol perjuangan umat Islam dalam membela ajaran agama serta menjadi momentum perubahan dinamika politik yang berlangsung setelahnya. Sampai saat ini, 212 masih sering dikaitkan dengan kekuatan keberagaman yang mampu mempengaruhi berbagai aspek kehidupan bernegara.
Maka dari itu, aksi 212 merupakan simbol solidaritas bagi umat Islam dalam aksi bela agama pada 2 Desember 2016, yang kemudian berkembang menjadi gerakan sosial yang berpengaruh di Indonesia.
Sebagai bentuk solidaritas, maka akan digelar Aksi yang bertajuk Reuni Akbar 212 yang berlangsung hari ini di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Baca juga: Kenapa Kota-Kota di Indonesia Semakin Panas? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Journal Of Social Contemplativa.