Minggu, 03 MEI 2026 • 13:43 WIB

Tanaman Liar Ini Ternyata Bisa Gantikan Pakan Ikan Gurami Tanpa Risiko Kematian

Author

BRIN kembangkan pakan gurami dari biji kecipir lokal dengan hasil pertumbuhan optimal, efisiensi tinggi, dan tingkat kelangsungan hidup 100 persen. (Dok. Dinas Pertanian.)

INDOZONE.ID - Ketergantungan industri pakan ikan terhadap bahan impor masih jadi masalah lama di Indonesia. Harga bungkil kedelai yang fluktuatif bikin biaya produksi ikut naik, dan ini terasa langsung oleh para pembudidaya.

Di tengah situasi itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) datang dengan solusi biji kecipir.

Tanaman yang selama ini lebih dikenal sebagai sayuran ini ternyata punya potensi besar sebagai bahan baku pakan ikan, khususnya gurami.

Penelitian yang dipimpin Deisi Heptarina menunjukkan bahwa biji kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) memiliki kandungan protein dan asam amino yang cukup untuk menggantikan sebagian bahan impor.

Indonesia sebenarnya punya sumber daya lokal yang bisa dimanfaatkan, hanya saja belum dioptimalkan.

“Biji kecipir berpotensi menjadi bahan baku pakan lokal pengganti sebagian bahan impor karena kandungan nutrisinya yang cukup baik,” ujar Deisi dikutip dari laman BRIN, Minggu (3/5/2026).

Baca juga: BRIN dan OceanX Temukan 14 Spesies Megafauna Laut di Sulawesi Utara

Diuji Langsung ke Gurami

Dalam riset ini, tim BRIN menguji tiga jenis olahan tepung kecipir pada benih gurami (Osphronemus goramy) selama 60 hari.

Formulanya terdiri dari tepung kecipir utuh, tepung rendah lemak hasil pengepresan, tepung rendah lemak dengan tambahan enzim NSP

Hasilnya formula dengan enzim NSP jadi yang paling unggul.

Kecernaan protein mencapai 70,01%, sementara kecernaan energi 72,64%. Angka ini menunjukkan nutrisi dalam pakan bisa diserap lebih maksimal oleh ikan.

Peran Enzim

Masalah utama kecipir sebenarnya ada di zat antinutrien seperti tanin dan asam fitat. Zat ini bisa menghambat penyerapan nutrisi.

Di sinilah enzim NSP berperan. Enzim ini membantu memecah senyawa kompleks, sehingga nutrisi jadi lebih mudah dicerna.

Hasilnya bukan cuma di angka kecernaan. Pertumbuhan ikan juga ikut terdongkrak.

Gurami yang diberi pakan terbaik mencatatlaju pertumbuhan spesifik 1,99 persen per hari, rasio konversi pakan 1,67 persen.

Kemudian retensi protein 50,64 persen, retensi lemak 88,84 persen

Singkatnya, pakan lebih efisien dan hasilnya lebih optimal.

Nol Kematian

Salah satu temuan paling menarik, yakni tingkat kelangsungan hidup ikan mencapai 100 persen di semua perlakuan.

Ini penting, karena pakan alternatif seringkali punya risiko terhadap kesehatan ikan.

Dalam kasus ini, justru sebaliknya. Aktivitas enzim pencernaan meningkat, dan kondisi usus ikan lebih sehat pada kelompok yang diberi pakan olahan kecipir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BRIN

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU