INDOZONE.ID - Dunia astronomi lagi bersiap menyambut fenomena alam super langka yang bakal terjadi dalam waktu dekat. Setelah dua tahun lebih absen, fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) dipastikan bakal kembali menyapa Bumi.
Buat kamu yang belum tahu, fenomena ini terjadi saat posisi Bulan pas berada di tengah-tengah antara Matahari dan Bumi. Alhasil, bayangan Bulan bakal memblokir total cahaya Matahari dan bikin beberapa wilayah di Bumi mendadak gelap gulita seperti malam hari.
Fenomena yang diprediksi bakal terjadi pada 12 Agustus 2026 ini bukan cuma tontonan estetik biasa, tapi juga jadi momen krusial buat para ilmuwan dunia.
Berdasarkan rilis dari Badan Antariksa Eropa (ESA), gerhana kali ini spesial banget karena jadi GMT pertama yang bisa dilihat langsung dari daratan utama Eropa sejak tahun 2006 silam. Apalagi buat negara Spanyol, ini adalah gerhana pertama mereka sejak tahun 1905, sekaligus jadi pembuka dari tiga rangkaian gerhana yang bakal beruntun lewat sana sampai tahun 2028.
"Momen langka ini gak cuma menyatukan jutaan pasang mata dalam rasa penasaran, tapi juga menghubungkan manusia dengan rahasia alam semesta," ungkap Carole Mundell, Director of Science dari ESA.
Baca juga: Mengapa Orang Dahulu Begitu Takut pada Gerhana Matahari? Ini Sejarah dan Mitos di Baliknya
Gak mau menyia-nyiakan momen, para peneliti sudah menyiapkan eksperimen besar-besaran. Mereka bakal menerbangkan balon pemantau ke lapisan atmosfer tinggi buat memotret detik-detik bayangan Bulan menutupi Bumi.
Misi utamanya keren banget: mereka mau mengulang eksperimen legendaris tahun 1919 demi membuktikan Teori Relativitas Umum milik Albert Einstein, yaitu soal bagaimana gaya gravitasi Matahari bisa membelokkan cahaya bintang yang letaknya sangat jauh.
Buat kamu yang gak tinggal di jalur gerhana, santai saja. ESA bakal menyiarkan langsung fase gelap total ini dari Observatorium Astrofisika Javalambre di Spanyol, jadi semua orang di dunia bisa ikut nonton lewat live streaming.
Ilustrasi Gerhana Matahari Total (Freepik)
Menurut data dari EarthSky, jalur kegelapan gerhana ini bakal membentang sangat panjang, yakni sekitar 8.300 kilometer! Laporan NASA mencatat wilayah yang bakal dilewati jalur utama ini meliputi Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, Spanyol, dan secuil wilayah utara Portugal.
Uniknya, setiap wilayah bakal merasakan waktu gelap yang berbeda-beda:
Durasi gelap totalnya tergolong singkat, rata-rata di bawah dua menit. Di pusat jalur seperti Greenland, durasinya cuma sekitar dua menit. Sementara di Spanyol, warganya cuma punya waktu sekitar 20 detik saja buat menikmati kegelapan karena posisi Mataharinya yang sudah mau tenggelam.
Sedangkan buat wilayah di luar jalur utama, seperti sebagian besar Eropa, Afrika Barat Laut, dan Amerika Utara (Kanada/AS), mereka cuma bisa melihat Gerhana Matahari Sebagian alias Mataharinya cuma kelihatan gompal sedikit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nationalgeographic