Lokasi gua pre-Israel Neanderthal berusia 400 ribu tahun di Israel. (Instagram @antiquities_en)
INDOZONE.ID - Arkeolog menemukan sebuah gua yang digunakan oleh makhluk mirip manusia pra-Neanderthal di Israel. Mereka diperkirakan hidup sekitar 400.000 tahun lalu.
"Kapsul waktu ini berasal dari periode unik di akhir era Paleolitikum awal, tepat sebelum Neanderthal dan manusia modern menjadi dominan dan menyebar ke berbagai wilayah," kata Ron Shimelmitz, profesor madya arkeologi dari Universitas Haifa.
Gua yang terletak di pinggiran kota bernama Fureidis di Utara Israel nyaris terdampak proyek pembangunan sebelum ilmuwan berusaha menelitinya.
Kini, lokasi tersebut menjadi satu dari sedikit situs tersisa dari periode yang masih kurang mendapat perhatian ilmuwan karena langkanya keberadaan situs yang mudah diakses.
Sekitar 1970-an, peneliti menduga gua tersebut digunakan sekitar 200 ribu tahun yang lalu. Baru belakangan, Kobi Vardi dari Israel Antiquities Authority dan Shimelmitz menemukan fakta bahwa gua tersebut telah dihuni 400 ribu tahun yang lalu.
Meski belum menemukan sisa-sisa jasad manusia yang signifikan, mereka menemukan perkakas batu api, seperti kapak genggam, alat pengikis (scraper), dan pisau.
Semua benda tersebut merupakan ciri khas dari kebudayaan Acheulo-Yabrudian dari hominin pra-Neanderthal yang pernah hidup di wilayah tersebut.
Tim peneliti juga menemukan tulang-belulang dari hewan. Berdasarkan hal itu, peneliti menduga kelompok besar hominin hidup bersama di dalam gua dengan berburu hewan liar dan telah menggunakan api.
"Ini menunjukkan kehidupan perkemahan yang kompleks dan kaya," kata Shimelmitz dalam sebuah pernyataan.
Armando Falcucci, seorang dosen arkeologi paleolitikum di Universitas Southampton, Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai temuan di Utara Israel ini penting.
"Bukti penggunaan api secara intensif di situs ini sangatlah signifikan," kata Falcucci.
Penggunaan api, menurutnya, merupakan penanda dari peralihan evolusi manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: CNN