Ilustrasi penggalian arkeologi. (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Daerah Otonomi Xizang di barat daya Tiongkok telah melaksanakan 42 penggalian arkeologi secara sistematis sejak 2021.
Hasilnya mengungkap temuan penting terkait aktivitas manusia di dataran tinggi yang diperkirakan telah berlangsung sejak 100.000 tahun lalu, sekaligus menunjukkan kuatnya hubungan budaya jangka panjang dengan Tiongkok bagian tengah, sebagaimana disampaikan dalam konferensi pers pada Selasa, 23 Desember 2025.
Proyek-proyek tersebut menitikberatkan pada isu-isu sejarah penting, seperti asal-usul manusia, perkembangan pertanian dan peternakan di Dataran Tinggi Qinghai–Tibet, serta keterkaitan wilayah tersebut dengan Dataran Tengah.
Baca juga: Penemuan Kepala Patung Hestia di Turki: Jejak Kuno Sang Dewi Perapian
Secara keseluruhan, penggalian mencakup 19 situs kuno dan makam dengan luas area sekitar 8.100 meter persegi.
Hal ini disampaikan oleh Xu Shaoguo, Wakil Direktur Biro Warisan Budaya Regional, dalam konferensi pers mengenai perkembangan pelestarian warisan budaya selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021–2025).
Penelitian menunjukkan bahwa manusia telah mencapai wilayah dataran tinggi sekitar 100.000 tahun lalu, sementara penyebaran budaya Neolitikum mulai terlihat sekitar 5.000 tahun yang lalu, ujar Xie Xuwei, pejabat dari biro tersebut.
Baca juga: Kenapa BRIN dan OceanX Menyelam ke Laut Terdalam Sulawesi? Ini Alasannya
Ia juga menyebutkan bahwa penggunaan logam perunggu dan besi masing-masing dimulai sekitar 3.800 dan 2.800 tahun silam.
Artefak seperti kain sutra dan daun teh yang ditemukan di berbagai situs memberikan bukti langsung tentang pertukaran budaya dan perdagangan yang berkelanjutan antara Xizang dan Dataran Tengah sepanjang sejarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Xinhua