INDOZONE.ID - OceanX bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sudah memulai ekspedisi laut dalam di utara Sulawesi, salah satu kawasan paling terpencil dan minim riset di Indo-Pasifik.
Misi ini berlangsung dari akhir November 2025 hingga Januari 2026. Fokus utamanya adalah rangkaian gunung laut yang berada di bawah jalur Cincin Api Pasifik, wilayah dengan aktivitas geologi yang sangat kompleks.
Bagi BRIN, ekspedisi ini bukan sekadar eksplorasi, tapi langkah strategis untuk memperdalam pemahaman laut dalam Indonesia.
Ekspedisi 2025 ini melanjutkan misi OceanX–BRIN tahun 2024 yang berhasil memetakan lima gunung laut baru yang sebelumnya belum terdokumentasi.
Tahun ini, tim hadir dengan skala lebih besar. Peralatan lebih canggih, area riset diperluas, dan target data dibuat jauh lebih komprehensif.
Hasilnya ditargetkan menjadi dataset laut dalam paling lengkap yang pernah dikumpulkan di Indonesia.
Baca juga: Penemuan Kepala Patung Hestia di Turki: Jejak Kuno Sang Dewi Perapian
Kepala BRIN, Arif Satria, menekankan pentingnya misi ini bagi posisi Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Sebagai negara kepulauan dan pusat keanekaragaman hayati dunia, Indonesia harus memimpin sains kelautan di kawasan,” ujarnya dikutip dari laman BRIN, Minggu (4/1/2026).
Menurut Arif, kolaborasi dengan OceanX bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat kemampuan nasional dalam memetakan, memahami, dan mengelola laut dalam secara mandiri.
“Inilah fondasi penting menuju transformasi blue economy Indonesia,” kata Arif.
Baca juga: Resolusi 2026 Tercapai Tanpa Burnout, Pikiran Bawah Sadar Bisa Membantu Kamu!
Co-CEO dan Chief Scientist OceanX, Vincent Pieribone, menyebut gunung laut punya peran besar dalam ekosistem samudra.
“Gunung laut dapat membentuk arus, menjadi rumah bagi spesies langka, dan menjadi batu loncatan kehidupan di laut dalam,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BRIN