Ilustrasi gajah memburu satu keluarga manusia selama 14 tahun. (Dok. Magnific.)
INDOZONE.ID – Seekor gajah liar bernama Dhurbe kembali menjadi sorotan setelah diduga menyerang keluarga yang sama selama rentang 14 tahun di wilayah perbatasan Nepal dan India.
Menurut laporan media setempat, satwa tersebut telah dikaitkan dengan kematian lebih dari 25 orang sejak sekitar 2009.
Gajah Dhurbe merupakan gajah liar jantan yang hidup di kawasan perbatasan Nepal dan India, terutama di sekitar Taman Nasional Chitwan.
Satwa ini dikenal karena beberapa kali terlibat dalam serangan terhadap manusia.
Tragedi keluarga Shanichara Bote bermula pada 2012.
Saat itu, kedua orang tuanya, Budhiram dan Jharali Bote, tewas setelah seekor gajah keluar dari hutan dan menyerang warga di sebuah pasar di wilayah Madi, Nepal.
Peristiwa itu membuat keluarga Bote memutuskan pindah ke Jagatpur.
Mereka berharap Sungai Rapti Timur, yang membentang di antara dua wilayah tersebut bisa menjadi penghalang alami bagi gajah liar.
Namun harapan itu pupus.
Pada 5 Juli 2026, keluarga tersebut kembali kehilangan dua anggota keluarganya.
Menantu Shanichara Bote yang berusia 25 tahun dan cucunya yang baru berusia 4 tahun dilaporkan tewas akibat serangan gajah yang diduga merupakan Dhurbe.
"Teror terus-menerus dari gajah liar memaksa kami menjual apa yang kami miliki dan bermigrasi ke Jagatpur," katanya dikutip dari Kathmandu Post.
"Setelah bertahun-tahun, gajah yang sama persis menemukan kami lagi, menyerbu rumah kami, dan merenggut menantu serta cucu saya. Tidak ada tempat lagi bagi kami untuk lari," lanjut Bote.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Oddee