Blue-fronted lorikeet. (macaulaylibrary/John C Mittermeier)
INDOZONE.ID - Blue-fronted lorikeet atau burung perkici buru kembali ditemukan di hutan pegunungan Pulau Buru, Maluku, pada April 2026 lalu.
Sebelumnya, burung ini nyaris tak pernah tercatat dalam pengamatan ilmiah selama puluhan tahun dan dijuluki sebagai salah satu burung paling misterius di Indonesia.
Tentu saja, kisah penemuannya menarik perhatian. Namun, burung endemik ini juga memiliki ciri khas, kebiasaan hidup, dan cerita konservasi yang tak kalah unik. Yuk simak delapan faktanya berikut ini!
Blue-fronted lorikeet merupakan burung endemik Pulau Buru, Maluku. Artinya, spesies ini secara alami hanya ditemukan di pulau tersebut dan tidak hidup di tempat lain di dunia.
Baca juga: 5 Hewan Pelihara yang Suka Bergadang, Udah Punya Belum ?
Wilayah persebarannya yang sangat sempit membuat blue-fronted lorikeet menjadi salah satu burung endemik Indonesia yang paling langka.
Blue-fronted lorikeet termasuk burung nuri berukuran mungil dengan panjang tubuh sekitar 16 sentimeter.
Burung ini memiliki tubuh berwarna hijau terang dan paruh oranye. Blue-fronted lorikeet juga memiliki bagian dahi berwarna biru yang menjadi ciri khas paling mencolok.
Blue-fronted lorikeet umumnya terlihat hidup berpasangan saat mencari makan. Namun, burung ini juga dapat membentuk kelompok kecil yang berisi hingga sekitar 10 individu, terutama ketika sedang memanfaatkan sumber pakan yang sama. Makanan utamanya berupa nektar dan serbuk sari dari pohon-pohon berbunga.
Baca juga: Kenapa Satelit Tidak Jatuh dari Langit? Ternyata Begini Cara Mereka Tetap Mengorbit Bumi!
Blue-fronted lorikeet merupakan salah satu burung paling misterius di Indonesia. Burung endemik Pulau Buru ini sempat menghilang dari catatan ilmiah selama hampir satu abad setelah pertama kali dideskripsikan pada 1920-an.
Baru pada 2014, spesies ini kembali terdokumentasi melalui foto, dan kembali ditemukan di habitat pegunungan Pulau Buru pada April 2026.
Selama puluhan tahun, pencarian blue-fronted lorikeet berfokus di hutan dataran rendah dan perbukitan. Namun, burung ini ternyata bertahan di hutan pegunungan terpencil Pulau Buru yang sebelumnya sulit dijangkau.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Budgett’s Frog, Katak Eksotis dengan Wajah Cemberut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber