INDOZONE.ID - Di dunia amfibi, ada satu spesies katak yang cukup mencuri perhatian karena penampilannya yang berbeda dari kebanyakan katak lain.
Katak tersebut dikenal sebagai Budgett’s frog (Lepidobatrachus laevis), spesies dari famili Ceratophryidae yang pertama kali ditemukan oleh John Samuel Budgett.
Meski sering terlihat seperti selalu memasang ekspresi cemberut, Budgett’s frog justru memiliki berbagai karakteristik menarik yang membuatnya populer di kalangan penggemar hewan eksotis.
Mulai dari bentuk tubuh, kebiasaan makan, hingga cara bertahan hidupnya, katak ini memiliki sejumlah fakta menarik yang membuatnya berbeda dari katak pada umumnya.
Baca juga: Dari Evaporasi ke Presipitasi, Ini Proses Panjang Setetes Air Hujan
Budgett’s frog dikenal sebagai salah satu spesies katak dengan bentuk tubuhnya yang pipih dan ekspresi wajahnya yang khas.
Tubuhnya juga tergolong besar untuk ukuran katak, dengan panjang sekitar 10–15 cm dan berat yang dapat mencapai 100–200 gram. Budgett’s frog betina umumnya memiliki ukuran tubuh lebih besar dibandingkan jantan.
Secara tampilan, katak ini memiliki kepala besar yang dapat mencapai sepertiga dari panjang tubuhnya, dengan mulut sangat lebar yang dilengkapi struktur menyerupai gigi serta tonjolan seperti taring di bagian rahang.
Kakinya pendek dan gemuk tanpa selaput pada bagian depan. Warna tubuhnya didominasi hijau zaitun gelap dengan pola bercak lebih gelap dan garis oranye, sedangkan bagian tenggorokan jantan dapat terlihat berwarna kebiruan.
Baca juga: 5 Reptil Unik dengan Kemampuan Ajaib, Ada yang Bisa Jalan di Atas Air!
Meski terlihat diam dan tidak banyak bergerak, Budgett’s frog sebenarnya merupakan predator nokturnal yang cukup agresif.
Saat berburu, katak ini akan bersembunyi di dalam air sambil menunggu mangsa mendekat. Ketika mangsa berada dalam jarak yang tepat, ia akan menyergap dengan cepat dan menelannya secara utuh.
Melansir dari iNaturalist, Budgett’s frog dikenal tidak terlalu pilih-pilih dalam urusan makanan. Katak ini termasuk hewan karnivora yang memangsa berbagai jenis hewan, seperti serangga, siput, katak lain, hingga hewan kecil di sekitarnya.
Bahkan, spesies ini juga diketahui dapat melakukan kanibalisme bahkan sejak berudu, terutama ketika sumber makanan di alam terbatas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber