Putri Diana semasa hidup (Reuters)
INDOZONE.ID - Kematian Putri Diana pada 31 Agustus 1997 bukan hanya menjadi salah satu peristiwa paling mengejutkan dalam sejarah keluarga kerajaan Inggris, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya salah satu teori konspirasi paling terkenal di dunia. Diana meninggal setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Terowongan Pont de l'Alma, Paris, bersama kekasihnya, Dodi Al-Fayed.
Peristiwa itu memicu gelombang duka internasional. Jutaan orang memenuhi jalanan Inggris untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dijuluki People's Princess. Di saat yang sama, keluarga kerajaan juga menjadi sasaran kritik karena dianggap merespons kematian Diana dengan sikap yang terlalu formal dan kurang menunjukkan empati kepada publik.
Di tengah suasana emosional tersebut, muncul pertanyaan yang hingga kini masih terus diperdebatkan: apakah Diana benar-benar meninggal karena kecelakaan, atau menjadi korban sebuah konspirasi?
Seiring berjalannya waktu, para pendukung teori konspirasi mulai mengumpulkan berbagai peristiwa yang mereka anggap tidak masuk akal.
Baca juga: Tragedi Kehidupan Lady Diana, Putri Cantik Kerajaan Inggris
Mereka mempertanyakan mengapa ambulans membutuhkan waktu cukup lama untuk membawa Diana ke rumah sakit. Mereka juga menyoroti kamera pengawas di sekitar lokasi yang dilaporkan tidak merekam kejadian, serta proses pengamanan lokasi kecelakaan yang dianggap berlangsung terlalu cepat.
Bagi sebagian orang, rangkaian kejanggalan tersebut dianggap bukan sekadar kebetulan. Mereka melihat adanya pola yang mengarah pada upaya menghilangkan bukti atau memperburuk kondisi Diana.
Narasi ini semakin kuat ketika Mohammed Al-Fayed, ayah Dodi Al-Fayed, secara terbuka menuduh keluarga kerajaan Inggris berada di balik kematian putranya dan Diana. Tuduhan tersebut menjadi salah satu alasan Kepolisian Metropolitan London membentuk penyelidikan khusus bernama Operation Paget.
Selain itu, beredar pula surat yang disebut ditulis Diana kepada mantan kepala pelayannya, Paul Burrell. Dalam surat tersebut Diana mengaku khawatir akan mengalami "kecelakaan" yang disengaja. Ditambah lagi, penasihat spiritual Diana pernah mengklaim telah memperingatkan sang putri bahwa rem mobilnya akan disabotase.
Baca juga: Tanaman Liar Ini Ternyata Bisa Gantikan Pakan Ikan Gurami Tanpa Risiko Kematian
Semua klaim tersebut menjadi bahan bakar utama berkembangnya teori konspirasi selama bertahun-tahun.
Operation Paget kemudian melakukan investigasi yang berlangsung selama beberapa tahun dengan memeriksa ribuan dokumen, saksi, hingga bukti forensik.
Kesimpulan akhirnya cukup tegas. Tidak ditemukan bukti bahwa Diana menjadi korban pembunuhan ataupun konspirasi yang melibatkan keluarga kerajaan Inggris maupun badan intelijen.
Laporan tersebut menyatakan bahwa kecelakaan terjadi akibat kombinasi sejumlah faktor, termasuk kecepatan kendaraan yang tinggi dan berbagai kesalahan manusia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Theconversation.com