Ilustrasi The Montauk Project (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - The Montauk Project menjadi salah satu teori konspirasi paling misterius. Projek ini memadukan sains, militer, eksperimen rahasia, hingga dugaan penutupan informasi oleh pemerintah.
Melansir laman Discovery UK (18/02/2026), teori dan spekulasi The Montauk Project mulai mencuat pada 1992 lewat buku The Montauk Project: Experiments in Time karya Preston Nichols dan Peter Moon.
Dalam buku tersebut, mereka mengklaim dan membongkar eksperimen rahasia pemerintah yang berlangsung di fasilitas militer di Montauk, Long Island, New York.
Baca juga: Berkas Epstein Dibuka: Jejaring Elite Dunia Ternyata Nyata, Tapi Bukan Seperti Film Konspirasi
Buku tersebut mengaitkan proyek ini dengan teknologi canggih, manipulasi ruang-waktu, hingga dugaan campur tangan entitas non-manusia.
Namun, untuk memahami akar ceritanya, publik kerap diarahkan pada misteri yang lebih tua, yaitu Eksperimen Philadelphia.
Eksperimen Philadelphia disebut-sebut terjadi pada 1943, melibatkan kapal perang USS Eldridge milik Angkatan Laut AS. Konon, percobaan itu bertujuan membuat kapal tidak terlihat oleh radar musuh.
Menurut cerita yang beredar, eksperimen tersebut berhasil, akan tetapi konsekuensi yang mengerikan mulai muncul.
Baca juga: Cerita Konspirasi Kematian Sutradara Kubrick Diduga karena Filmnya yang Singgung Epstein Files
Kapal dikabarkan menghilang, bahkan ada klaim bahwa sebagian awak mengalami gangguan mental, luka fisik parah, atau “menyatu” dengan struktur kapal.
Kisah ini kemudian diangkat ke layar lebar melalui film The Philadelphia Experiment.
Para pendukung teori Montauk percaya bahwa riset tentang tidak nampaknya kapal dan manipulasi ruang-waktu tidak berhenti pada eksperimen tersebut, melainkan berlanjut ke proyek yang lebih ekstrem di Montauk.
Lokasi yang disebut sebagai pusat eksperimen itu berada dibekas Pangkalan Angkatan Udara Montauk, kini dikenal sebagai Camp Hero State Park.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Discovery UK