Susuk yang tampak pada hasil rontgen. (pubs.rsna.org)
INDOZONE.ID - Susuk menjadi salah satu praktik tradisional yang hingga kini masih sering diperbincangkan di Indonesia dan Malaysia.
Meski identik dengan dunia mistis, tidak sedikit orang yang penasaran mengenai apa sebenarnya susuk, bagaimana cara pemasangannya, apakah bisa dilepas, hingga mengapa keberadaannya justru dapat terdeteksi melalui pemeriksaan medis.
Secara umum, susuk dikenal sebagai praktik memasukkan benda berukuran sangat kecil ke dalam tubuh melalui ritual tertentu.
Benda tersebut umumnya berupa potongan logam menyerupai jarum halus yang oleh sebagian masyarakat dipercaya dapat memberikan manfaat tertentu.
Baca juga: Mengenal Pesugihan: Asal-Usul, Jenis, hingga Alasan Orang Menempuh Jalan Mistis demi Harta
Beragam keyakinan berkembang mengenai tujuan penggunaan susuk. Ada yang mempercayainya untuk meningkatkan daya tarik, memperoleh perlindungan spiritual, memperkuat fisik, hingga mempermudah urusan tertentu.
Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa susuk memiliki kemampuan supranatural tersebut.
Dalam berbagai tradisi yang berkembang di masyarakat, orang yang menggunakan susuk sering kali disebut harus mematuhi sejumlah pantangan.
Bentuk pantangan tersebut berbeda-beda, tergantung budaya maupun kepercayaan yang melatarbelakanginya.
Baca juga: Cerita Mistis Aktris Era saat Syuting Horor, Ada Suara Anak Kecil Menangis?
Praktik susuk sendiri dikenal berasal dari tradisi budaya di kawasan Malaysia dan kemudian turut dikenal di Indonesia.
Seiring waktu, praktik ini menjadi bagian dari cerita rakyat dan kepercayaan yang masih bertahan di beberapa daerah.
Dari sudut pandang ajaran Islam, penggunaan susuk umumnya dipandang tidak diperbolehkan karena dikaitkan dengan praktik yang bertentangan dengan prinsip tauhid.
Meski sering dikaitkan dengan unsur mistis, beberapa penelitian medis telah mendokumentasikan bagaimana susuk dipasang dari sudut pandang ilmiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Teknokrat.ac.id