Ilustrasi susuk. (3.bp.blogspot.com)
INDOZONE.ID - Ada beberapa orang di Indonesia yang dikabarkan suka menggunakan cara-cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Termasuk dengan menggunakan pelet, jimat atau susuk. Nah, untuk susuk, banyak dri kita ingin mengetahui apa itu susuk serta ciri-ciri orang yang menggunakan susuk.
Dari beberapa podcast tentang budaya dan supranatural, ada beberapa fakta menarik tentang sejrah susuk dn ciri-ciri orang yang memakai susuk.
Berikut ini adalah penjelasannya.
Susuk adalah praktik tradisional dalam budaya Indonesia dan Melayu, berupa benda logam kecil, biasanya emas atau perak, yang ditanam di bawah kulit seseorang. Tujuan pemakaian susuk beragam, mulai dari meningkatkan pesona, keberuntungan, ketampanan, perlindungan spiritual, hingga kekuatan mistis.
Kata “susuk” sendiri berasal dari bahasa Melayu-Jawa yang berarti jarum atau tusuk kecil, merujuk pada cara benda tersebut ditanam di tubuh melalui prosedur tertentu.
Dalam masyarakat tradisional, susuk diyakini bisa memancarkan aura tertentu yang membuat pemakainya lebih menawan, berkarisma, dan terlindungi dari marabahaya. Namun, kepercayaan ini bersifat kultural dan berbeda-beda tergantung latar belakang agama, ilmu pengetahuan, dan budaya lokal.
Penggunaan susuk sudah ada sejak ratusan tahun lalu, terutama di wilayah Jawa, Sumatera, dan Semenanjung Melayu. Dahulu, susuk sering digunakan oleh bangsawan, orang kaya, atau tokoh masyarakat sebagai simbol status sekaligus sarana magis untuk menarik perhatian atau perlindungan.
Di budaya Jawa, susuk erat kaitannya dengan ilmu kebatinan. Orang pintar atau dukun dipercaya bisa menanam susuk dengan ritual khusus, termasuk doa, mantra, dan energi spiritual. Sedangkan di budaya Melayu, susuk banyak dipakai untuk tujuan percintaan, keberuntungan bisnis, atau perlindungan diri dari musuh.
Baca juga: Kisah Mistis Tumbal Susuk Nyai Sukandir: Konon Teror yang Turun-Temurun dari Leluhur!
Walaupun terdengar mistis, susuk tetap menjadi bagian dari warisan budaya yang dihormati. Beberapa orang hingga kini percaya pada khasiatnya, sementara yang lain melihatnya sebagai simbol estetika atau psikologis.
Masyarakat tradisional percaya bahwa pemakai susuk memiliki ciri-ciri yang tampak melalui perilaku, penampilan, dan interaksi sosial. Setidaknya ada empat ciri-ciri orang yang menggunakan susuk.
Salah satu ciri-ciri orang yang menggunakan susuk adalah aura dan pesona diri yang menonjol. Padahal mungkin sebelumya ia terlihat biasa saja, bahkan tak diperhatikan banyak orang.
Namun, orang itu berubah setelah memakai susuk. Ia terlihat lebih menarik dan memiliki daya tarik alami.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: