Situs Gunung Padang di Jawa Barat (ANTARA)
INDOZONE.ID - Gunung Padang di Jawa Barat selalu menjadi sumber teori konspirasi bidang arkeologi yang kerap menjadi sengketa sejarah.
Situs ini menjadi pusat perhatian dunia setelah klaim bahwa ada piramida tertua di dunia di balik situs tersebut yang diperkirakan berusia lebih dari 20.000 hingga 25.000 tahun.
Klaim tersebut dikemukakan oleh ahli geologi Indonesia, Dr. Danny Hilman Natawidjaja, yang sejak lebih dari satu dekade terakhir meneliti struktur berlapis di area tersebut.
Dalam wawancaranya dalam laporan newsasiancurrent.com, Hilman menyatakan bahwa ia telah lama menghadapi penolakan dari akademisi arus utama.
Baca juga: Ada Batu Unik Zaman Megalitikum di Gunung Padang, Kalau Dipukul Bisa Bunyi Suara Gamelan!
“Orang-orang bilang saya gila,” ucap Hilman. “Mereka menertawakan saya. Mereka bilang, ‘Itu hanya bukit’. Namun menurutnya, data menunjukkan hal berbeda.”
Situs Gunung Padang di Jawa Barat. (Reedit)
Menurut Hilman, survei geofisika, pengeboran inti, dan penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa Gunung Padang bukanlah bukit alami, melainkan struktur konstruksi raksasa yang dibangun berlapis-lapis selama ribuan tahun.
“Data tidak bisa disangkal,” tegasnya.
Ia juga menyatakan bahwa lapisan terdalam diperkirakan berasal dari sekitar 20.000 SM, jauh sebelum teori sejarah konvensional menyebut adanya peradaban kompleks.
“Mungkin ini kunci bab yang hilang dari sejarah manusia,” katanya. “Mungkin kita lupa siapa diri kita.”
Baca juga: Cerita Lengkap Dosen Ghaib di UNNES yang Viral 8 Tahun Lalu, Pesan Aneh yang Bikin Merinding
Namun, klaim tersebut menuai penolakan keras di kalangan arkeolog internasional. Laporan The Guardian menyebut bahwa banyak peneliti menilai kesimpulan tersebut tidak didukung bukti yang memadai.
Flint Dibble, arkeolog dari Cardiff University, data yang disajikan tidak mendukung kesimpulan akhirnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian, Newsasiancurrent