Sapi friesian holstein. (freepik)
INDOZONE.ID - Sapi friesian holstein (FH) dikenal sebagai ikon sapi perah dunia berkat corak hitam-putihnya yang khas.
Saking populernya, banyak orang mengira semua sapi perah memiliki warna serupa. Padahal, dunia sapi perah terdiri dari berbagai bangsa dengan warna dan karakteristik yang berbeda.
Menariknya, corak belang pada sapi FH ternyata bukan sekadar "hiasan alami". Di balik tampilannya yang ikonik, tersimpan proses biologis yang membuat setiap sapi memiliki pola warna yang unik. Lantas, bagaimana corak hitam-putih itu bisa terbentuk?
Sekitar 2.000 tahun lalu, sapi berwarna hitam dari wilayah yang kini menjadi Jerman disilangkan dengan sapi berwarna putih dari Belanda.
Baca juga: 5 Fakta Rockhead Poacher, Ikan Mungil yang Bikin Ilmuwan Berdebat Karena Lubang di Kepalanya
Melansir Michigan State University, persilangan inilah yang kemudian melahirkan cikal bakal sapi Friesian Holstein yang kini dikenal sebagai salah satu penghasil susu terbaik di dunia.
Seiring berjalannya waktu, manusia terus mengembangbiakkan sapi dengan produksi susu terbaik. Tanpa disadari, corak hitam-putih juga ikut dipertahankan dari generasi ke generasi hingga akhirnya menjadi ciri khas sapi friesian holstein.
Secara biologis, warna tubuh sapi dibentuk oleh sel penghasil pigmen bernama melanosit. Menurut Biology Insight, terdapat dua pigmen utama, yaitu eumelanin yang menghasilkan warna hitam atau cokelat dan pheomelanin yang menghasilkan warna merah hingga kekuningan.
Pada sapi FH, produksi eumelanin lebih dominan sehingga warna dasar tubuhnya sebenarnya adalah hitam.
Baca juga: 8 Kecoa Paling Cantik di Dunia, Ada yang Berwarna Hijau Metalik
Corak hitam-putih sapi FH ternyata sudah terbentuk sejak masih berada di dalam kandungan.
Saat embrio berkembang, melanosit tidak selalu menyebar merata ke seluruh permukaan kulit. Bagian yang tidak ditempati melanosit tidak menghasilkan pigmen sehingga tampak putih, sedangkan area yang memiliki melanosit berkembang menjadi bercak hitam.
Proses ini dikendalikan oleh beberapa gen pigmentasi, terutama KIT dan MITF. Penelitian yang diterbitkan dalam Science Advances pada 2025 menunjukkan bahwa variasi pada wilayah pengatur kedua gen tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya pola putih pada sapi FH.
Artinya, corak belang bukan muncul secara acak, melainkan sudah diprogram sejak awal perkembangan embrio.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber