Ilustrasi Gerak Semu Harian Matahari. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Matahari adalah bola gas raksasa yang jadi sumber utama panas dan cahaya bagi seluruh tata surya, termasuk bumi.
Inti matahari adalah bagian paling dalam sekaligus paling panas dari seluruh strukturnya, dengan suhu mencapai lebih dari 15 juta derajat celsius.
Di sinilah reaksi fusi nuklir berlangsung, di mana atom-atom hidrogen dipadatkan hingga bergabung membentuk helium akibat tekanan luar biasa besar dari lapisan-lapisan di sekitarnya.
Baca juga: Berapa Lama Cahaya Matahari Sampai ke Bumi? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Proses fusi inilah yang menjadi mesin utama penghasil energi matahari, dan telah berlangsung selama lebih dari 4 miliar tahun.
Setelah dihasilkan di inti, energi panas tidak langsung "meloncat" keluar, melainkan merambat perlahan melalui dua lapisan berikutnya.
Di zona radiasi, suhu mulai menurun signifikan menjadi sekitar beberapa juta derajat celsius, dengan energi yang dipindahkan lewat proses radiasi, yakni foton yang diteruskan dari atom ke atom secara bertahap.
Proses ini berlangsung sangat lambat, bahkan foton dari inti bisa butuh waktu ratusan ribu tahun hanya untuk menembus zona ini.
Selanjutnya, energi memasuki zona konveksi, lapisan terluar dari interior matahari dengan suhu di bagian dasarnya sekitar 2 juta derajat celsius.
Berbeda dari zona radiasi, di sini energi berpindah lewat mekanisme konveksi, mirip air mendidih dalam panci, gas panas naik ke permukaan, melepaskan sebagian panasnya, lalu turun kembali untuk dipanaskan ulang.
Pertanyaan besar berikutnya adalah, bagaimana panas matahari bisa merambat melintasi ruang hampa udara sejauh 149,6 juta kilometer untuk sampai ke bumi, padahal ruang angkasa nyaris tidak memiliki materi sebagai penghantar panas?
Jawabannya terletak pada mekanisme radiasi elektromagnetik. Berbeda dari konduksi (perpindahan panas lewat kontak langsung antarmateri) atau konveksi (perpindahan panas lewat pergerakan fluida atau gas).
Radiasi elektromagnetik sama sekali tidak membutuhkan medium perantara. Energi dari matahari dipancarkan dalam bentuk gelombang elektromagnetik, mencakup cahaya tampak, radiasi inframerah, hingga sinar ultraviolet.
Yang semuanya bisa merambat bebas melintasi ruang hampa dengan kecepatan cahaya, sekitar 300 ribu kilometer per detik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruang Guru, Angkasa Tour