Vermitigris tsangyanggyatso dewasa. (Wikimedia Commons/Li-Xia Shan & Ji-Shen Wang)
INDOZONE.ID - Selama hampir 50 tahun, para ilmuwan menyimpan seekor larva serangga yang belum diketahui identitasnya.
Larva tersebut pertama kali ditemukan pada 1978 di lereng Pegunungan Himalaya, Tibet Selatan. Namun, karena tidak pernah ditemukan bentuk dewasanya, para peneliti belum bisa memastikan spesiesnya.
Teka-teki itu akhirnya terpecahkan pada ekspedisi tahun 2025. Tim peneliti berhasil menemukan larva beserta serangga dewasanya, sehingga mengonfirmasi bahwa hewan tersebut merupakan spesies baru dari kelompok lalat wormlion.
Yang paling menarik, larva ini berburu dengan membuat jebakan pasir berbentuk kerucut, cara yang sangat mirip dengan larva undur-undur.
Baca juga: Bagaimana Jika Mars Bisa Dihuni Manusia? Ternyata Ilmuwan Sudah Punya Konsepnya
Penelitian yang dipimpin oleh ahli entomologi Ji-Shen Wang dan Li-Xia Shan dari Dali University, China, itu telah dipublikasikan dalam jurnal ZooKeys pada April 2026. Spesies baru tersebut diberi nama Vermitigris tsangyanggyatso.
Saat masih berupa larva, wormlion menggali lubang kecil berbentuk kerucut di tanah yang berpasir atau berbutir halus.
Setelah itu, ia bersembunyi di dasar lubang sambil menunggu semut atau serangga kecil lain terperosok ke dalam perangkap.
Begitu mangsanya tergelincir, dinding pasir yang curam akan runtuh sehingga semakin sulit untuk memanjat keluar. Larva kemudian langsung menangkap dan memangsa korbannya dari dasar lubang.
Baca juga: Benarkah Ikan Tidak Memiliki Leher? Penelitian Baru Mulai Mengubah Jawabannya
Sekilas, cara berburu ini memang sangat mirip dengan undur-undur. Namun, keduanya bukan kerabat dekat.
Menurut para peneliti, kesamaan tersebut merupakan contoh evolusi konvergen, yaitu ketika dua kelompok hewan yang tidak berkerabat mengembangkan cara bertahan hidup yang hampir sama.
Selama ekspedisi, tim menemukan koloni larva ini di beberapa lokasi yang terlindung dari hujan, seperti di bawah batu besar, di bawah bangunan sederhana, hingga pada pasir halus di tepi sungai.
Tempat-tempat tersebut dipilih karena memungkinkan jebakan pasir tetap utuh dan tidak mudah rusak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Earth.com