Ilustrasi Planet Mars. (Freepik/@kjpargeter)
INDOZONE.ID - Pernah membayangkan manusia bisa tinggal di Mars tanpa harus terus mengenakan pakaian antariksa? Kedengarannya memang seperti cerita fiksi ilmiah.
Namun, para ilmuwan sudah lama memikirkan kemungkinan itu melalui sebuah konsep yang disebut terraforming.
Sederhananya, terraforming adalah gagasan untuk mengubah kondisi sebuah planet agar lebih layak dihuni manusia.
Tujuannya bukan membuat planet tersebut sama persis seperti Bumi, melainkan menciptakan lingkungan yang memungkinkan manusia hidup lebih aman dan nyaman.
Baca juga: Benarkah Ikan Tidak Memiliki Leher? Penelitian Baru Mulai Mengubah Jawabannya
Di antara berbagai planet di Tata Surya, Mars dianggap sebagai kandidat yang paling memungkinkan untuk dipelajari.
Planet ini memiliki lama siang yang hampir sama dengan Bumi, menyimpan cadangan es di kutub, dan berbagai penelitian menunjukkan bahwa miliaran tahun lalu Mars diduga pernah memiliki sungai serta danau.
Sayangnya, kondisi Mars saat ini masih sangat ekstrem. Atmosfernya terlalu tipis untuk mendukung kehidupan manusia, suhu rata-ratanya sekitar minus 60 derajat Celsius, dan air dalam bentuk cair hampir tidak dapat bertahan di permukaannya.
Karena itulah, manusia belum bisa hidup di Mars tanpa perlindungan khusus.
Baca juga: 7 Hewan yang Matanya Tampak Menyala dalam Gelap, Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya
Dalam konsep terraforming, para ilmuwan mengusulkan berbagai kemungkinan agar Mars menjadi lebih layak dihuni.
Misalnya, membuat atmosfernya lebih tebal sehingga mampu menahan panas, meningkatkan suhu permukaan, atau menciptakan kondisi yang memungkinkan air tetap berada dalam bentuk cair.
Gagasan ini sebenarnya sudah muncul sejak puluhan tahun lalu. Pada 1960-an, astronom Carl Sagan pernah mengusulkan cara mengubah Venus dengan memanfaatkan alga untuk mengurangi karbon dioksida di atmosfernya.
Namun, setelah kondisi Venus dipelajari lebih jauh, usulan tersebut dinilai tidak mungkin diterapkan. Meski begitu, konsep terraforming terus berkembang dan kini lebih banyak dikaitkan dengan Mars.
Baca juga: Tonggeret Periodik, Serangga yang Hidup 17 Tahun di Bawah Tanah dan Hanya 3 Minggu di Permukaan
Hingga saat ini, terraforming masih berupa gagasan ilmiah. Belum ada teknologi yang mampu mengubah Mars menjadi planet yang layak dihuni manusia.
Selain membutuhkan energi dan sumber daya yang sangat besar, prosesnya juga diperkirakan dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Earth.com