Ilustrasi Gerak Semu Harian Matahari. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak dari kita menikmati momen terbitnya Matahari di timur tanpa pernah mempertanyakan alasan di balik arah tersebut.
Mengapa fenomena ini tidak terjadi dari arah lain? Jawabannya terletak pada dinamika planet kita.
Sebenarnya, apa yang kita lihat hanyalah tipuan mata akibat pergerakan Bumi yang sedang berputar pada porosnya.
Mari kita bedah bagaimana "ilusi ruang angkasa" ini bekerja dan mengubah cara kita memandang pagi hari.
Baca juga: Sejarah Hari Surya Sedunia 3 Mei dan Pentingnya Beralih ke Energi Matahari
Fenomena terbitnya Matahari di timur merupakan konsekuensi langsung dari perputaran Bumi yang bergerak dari arah barat menuju timur.
Jika diamati dari titik di atas Kutub Utara, planet kita berotasi dengan arah yang berlawanan dengan jarum jam selama kurang lebih 24 jam untuk satu putaran.
Pergerakan inilah yang membuat posisi kita di permukaan Bumi secara bertahap menghadap ke arah sang surya, sehingga menciptakan kesan visual seolah Matahari muncul dari cakrawala timur.
Pada hakikatnya, Matahari tidak bergerak menghampiri kita, justru kitalah yang sedang berputar menuju arah datangnya cahaya tersebut.
Dari perspektif pengamat di daratan, kita melihat Matahari seolah melakukan perjalanan harian di atas langit dari timur menuju barat.
Fenomena yang dikenal sebagai gerak semu harian ini sempat membuat peradaban masa lalu meyakini bahwa Matahari adalah objek yang mengitari Bumi.
Namun, berkat pemahaman model heliosentris yang dipelopori oleh Nicolaus Copernicus dan divalidasi oleh Galileo Galilei, kita kini memahami bahwa pergerakan tersebut hanyalah efek dari perputaran Bumi pada porosnya.
Prinsip yang sama juga menyebabkan objek langit lainnya, seperti Bulan dan gugusan bintang, tampak muncul di timur dan hilang di barat.
Selain rotasi, Bumi juga memiliki kemiringan sumbu sekitar 23,5 derajat. Kemiringan ini mengubah posisi Matahari saat terbit sepanjang tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Universe Today