Ilustrasi energi matahari atau energi surya (greentechnologyinfo)
INDOZONE.ID - Setiap tanggal 3 Mei, dunia juga memperingati Hari Surya Sedunia atau Sun Day. Meski belum sepopuler kampanye lingkungan lainnya, peringatan ini menjadi momen penting untuk mengingat kembali peran besar energi matahari sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan.
Pertanyaan seperti “03 Mei memperingati hari apa?” atau “Hari Surya Sedunia adalah apa?” sering muncul, dan jawabannya berkaitan erat dengan gerakan global menuju energi terbarukan.
Hari Surya Sedunia bukan sekadar simbol, tetapi juga bagian dari kampanye besar untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Energi matahari dianggap sebagai solusi masa depan karena melimpah, ramah lingkungan, dan dapat dimanfaatkan hampir di seluruh wilayah dunia.
Hari Surya Sedunia berakar dari gerakan Sun Day yang pertama kali digagas di Amerika Serikat pada tahun 1978. Kampanye ini muncul sebagai respons terhadap krisis energi global dan meningkatnya kesadaran akan dampak negatif penggunaan bahan bakar fosil terhadap lingkungan.
Baca juga: Sejarah Hari Buruh 1 Mei Ternyata Penuh dengan Darah, Bermula dari Peristiwa Haymarket Affair
Sun Day saat itu menjadi salah satu demonstrasi publik terbesar yang mempromosikan energi terbarukan, khususnya tenaga surya. Sejak saat itu, tanggal 3 Mei diperingati sebagai momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya transisi energi bersih.
Tujuan utama dari kampanye Hari Surya Sedunia adalah meningkatkan kesadaran publik tentang potensi energi matahari sebagai alternatif utama pengganti energi konvensional. Kampanye ini juga mendorong pemerintah, industri, dan masyarakat untuk berinvestasi dalam teknologi energi bersih.
Selain itu, Sun Day berfungsi sebagai pengingat bahwa perubahan menuju energi hijau tidak hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi juga individu. Dari penggunaan listrik rumah tangga hingga kebijakan energi nasional, semua memiliki peran dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Energi matahari memiliki berbagai keunggulan dibandingkan bahan bakar fosil. Pertama, energi ini bersifat terbarukan dan tidak akan habis selama matahari masih bersinar. Kedua, penggunaannya tidak menghasilkan emisi karbon yang merusak lingkungan.
Teknologi seperti panel surya memungkinkan sinar matahari diubah menjadi listrik yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Baca juga: Mengenal Sosok Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan di Balik Sejarah Hardiknas
Selain itu, biaya operasional energi surya cenderung lebih rendah dalam jangka panjang karena tidak memerlukan bahan bakar tambahan.
Saat ini, pemanfaatan energi matahari semakin luas dan mudah dijangkau. Banyak rumah tangga mulai menggunakan panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik harian.
Selain itu, tenaga surya juga digunakan dalam lampu jalan, pemanas air, hingga pengisian daya perangkat elektronik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sciencedirect.com/