Hukum Archimedes (engelsbergideas.com)
INDOZONE.ID - Pernah kepikiran kenapa kapal pesiar atau kapal kargo yang terbuat dari baja bisa mengapung, sementara paku kecil dari logam langsung tenggelam saat dilempar ke air? Jawabannya ada pada Hukum Archimedes, salah satu hukum fisika paling terkenal yang ditemukan lebih dari 2.000 tahun lalu.
Hukum ini ditemukan oleh Archimedes, ilmuwan asal Yunani yang hidup sekitar abad ke-3 SM. Menurut cerita yang terkenal, Archimedes menemukan prinsip ini saat sedang berendam di bak mandi.
Ia menyadari bahwa permukaan air naik ketika tubuhnya masuk ke dalam air. Dari pengamatan sederhana itu lahirlah konsep gaya apung yang kemudian dikenal sebagai Hukum Archimedes.
Hukum Archimedes menyatakan:
"Sebuah benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida akan mengalami gaya ke atas (gaya apung) yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut."
Baca juga: Hukum Draco, Hukuman Paling Bengis Yunani Kuno yang Ditulis dengan Darah
Sederhananya, ketika sebuah benda masuk ke dalam air, benda itu "mendorong" sebagian air keluar dari tempatnya. Air yang tergeser itulah yang menghasilkan gaya ke atas.
FA=ρgVF_A=\rho g VFA=ρgV
Keterangan:
Rumus ini menunjukkan bahwa semakin banyak air yang dipindahkan, semakin besar gaya apung yang diterima benda.
Sekilas memang terdengar aneh. Baja memiliki massa jenis lebih besar daripada air, sehingga seharusnya tenggelam.
Namun kapal tidak berbentuk padat seperti balok baja. Lambung kapal dibuat berongga sehingga volume totalnya sangat besar dan mengandung banyak udara. Akibatnya, massa jenis rata-rata kapal menjadi lebih rendah dibanding air laut.
Saat mengapung, kapal memindahkan air dalam jumlah besar hingga gaya apung yang muncul mampu menahan berat kapal dan seluruh muatannya.
Baca juga: Perbedaan Gaung dan Gema dalam Fisika
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica