Tas berbahan DNA TRex dilelang di Paris dengan harga hingga Rp8 miliar. (Reuters/Ardee Napolitano)
INDOZONE.ID - Sebuah tas tangan yang diklaim dibuat dari material berbasis DNA TRex akan dilelang di Paris, Prancis, pada 11 Juni 2026.
Tas ini diperkirakan terjual hingga USD500.000 atau sekitar Rp8,1 miliar dan disebut sebagai tas pertama di dunia yang menggunakan kolagen dari fosil Tyrannosaurus rex yang ditumbuhkan di laboratorium.
Melansir NYPost, rumah lelang Hotel Drouot di Paris, akan melepas tas tangan unik yang dibuat menggunakan material hasil rekayasa bioteknologi.
Bahan dasarnya diklaim berasal dari kolagen yang direkonstruksi dari fosil Tyrannosaurus rex berusia sekitar 66 juta tahun.
Harga pembukaan antara 300.000 Euro hingga 500.000 Euro atau sekitar Rp5,6 miliar hingga Rp9,4 miliar.
“Tas kulit T. rex ini menandai momen penting dalam karier saya. Sebuah karya unik yang menjadi tonggak sejarah,” kata Alexandre Giquello dari Hotel Drouot.
Baca juga: Doolysaurus, Dinosaurus Bayi Pertama dengan Fragmen Tengkorak di Korea Selatan
Proyek ini melibatkan sejumlah ilmuwan dan perusahaan bioteknologi, termasuk profesor rekayasa jaringan dari Universitas Newcastle, Che Connon.
Tas berbahan DNA TRex dilelang di Paris dengan harga hingga Rp8 miliar. (Reuters/Ardee Napolitano)
Tim tersebut mengembangkan material dengan memanfaatkan informasi biologis yang diperoleh dari fosil Tyrannosaurus rex.
Baca juga: Aplikasi AI Kini Bisa Identifikasi Spesies Dinosaurus Lewat Jejak Kaki
Prosesnya cukup panjang. Peneliti melakukan analisis filogenetik terhadap DNA purba, memasukkan informasi tersebut ke dalam sel bio-kulit yang direkayasa secara khusus, lalu menumbuhkannya menjadi material menyerupai kulit sebelum melalui proses penyamakan.
Hasil adalah bahan yang diklaim memiliki hubungan biologis dengan predator paling terkenal dalam sejarah bumi.
Tas berbahan DNA TRex dilelang di Paris dengan harga hingga Rp8 miliar. (Reuters/Ardee Napolitano)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nypost