Ayam Phanat asal Thailand (Instagram/bapa_aja)
INDOZONE.ID - Ayam Phanat, atau sering juga disebut Panus, merupakan salah satu varian ayam aduan asal Thailand yang memiliki reputasi kuat di kalangan penghobi sabung ayam Asia Tenggara.
Nama “Phanat” sendiri merujuk pada wilayah Phanat Nikhom di Provinsi Chonburi, Thailand, yang diyakini sebagai salah satu pusat awal perkembangan ras ini.
Dalam catatan komunitas peternak dan penggemar unggas, ayam Phanat kerap disebut sebagai salah satu “nenek moyang” dari beberapa ayam aduan modern Thailand.
Beberapa sumber bahkan menyebutnya memiliki keterkaitan dengan persilangan ayam tipe Burma dan Bangkok yang menghasilkan karakter fisik dan gaya bertarung yang lebih adaptif dan agresif secara taktis .
Secara historis, ayam aduan di Thailand berkembang dari tradisi panjang pemuliaan ayam perang yang sudah berlangsung berabad-abad. Beberapa literatur unggas menyebutkan bahwa Thailand memiliki berbagai strain ayam gamefowl yang berkembang dari seleksi alami maupun persilangan antar tipe lokal dan regional .
Baca juga: Bolehkah Berkurban Menggunakan Ayam? Ini Jawaban Berdasarkan Syariat
Dalam konteks ini, Phanat muncul sebagai salah satu tipe yang menonjol karena dianggap memiliki keseimbangan antara kekuatan fisik, kecepatan, dan kecerdasan bertarung. Peternak tradisional di wilayah Chonburi melakukan seleksi ketat untuk mempertahankan karakter unggul tersebut dari generasi ke generasi.
Ayam Phanat dikenal memiliki struktur tubuh yang cenderung panjang dan padat dengan postur atletis. Bobotnya berkisar di angka 3,2 hingga 3,5 kilogram atau lebih, tergantung pola pemeliharaan dan garis keturunan .
Ciri khas lainnya meliputi:
Secara umum, Phanat berada dalam kategori ayam gamefowl tipe “hard feather”, yaitu ayam dengan bulu keras yang mendukung mobilitas saat bertarung.
Baca juga: Fakta Racun Sianida yang Sebabkan 6 Jasad Tewas di Hotel Thailand, Ternyata Pelakunya...
Yang membuat ayam Phanat menonjol di kalangan penghobi adalah gaya bertarungnya yang dianggap lebih “cerdas” dibanding ayam aduan konvensional.
Alih-alih hanya mengandalkan kekuatan, Phanat dikenal mampu membaca ritme lawan, menghindar pada momen tepat, lalu melakukan serangan balik yang terukur. Pendekatan ini membuatnya sering dijuluki sebagai ayam yang memiliki “insting strategi” dalam arena.
Dalam komunitas peternak, kemampuan ini dipercaya berasal dari seleksi panjang yang tidak hanya fokus pada fisik, tetapi juga ketahanan mental dan refleks.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook