Ilustrasi peternakan ayam petelur. (Sumber: Freepik)
INDOZONE.ID - Menjelang Idul Adha, muncul pertanyaan yang cukup sering dibicarakan masyarakat: kenapa ayam tidak bisa dijadikan hewan kurban? Apalagi bagi sebagian orang dengan kondisi ekonomi terbatas, ayam dianggap lebih terjangkau dibanding kambing atau sapi.
Namun dalam syariat Islam, ibadah kurban memiliki aturan khusus yang sudah ditetapkan. Karena itu, tidak semua hewan dapat dijadikan kurban meskipun bernilai atau bermanfaat untuk dimakan.
Dalam Islam, hewan kurban termasuk ibadah ta’abbudi, yaitu ibadah yang tata caranya mengikuti ketentuan syariat dan tidak bisa diubah berdasarkan logika pribadi.
Al-Qur’an menyebut hewan kurban dengan istilah Bahiimatul An’aam, yaitu hewan ternak tertentu yang telah ditetapkan untuk ibadah kurban. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 34:
Baca juga: Mengungkap Kisah Mistis Pesugihan Penjual Hewan Kurban Idul Adha
“... supaya mereka menyebut nama Allah terhadap hewan ternak yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka ...”
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa yang termasuk Bahiimatul An’aam adalah:
unta,sapi, kerbau, kambing, dan domba.
Penjelasan ini juga diterangkan dalam berbagai kitab fikih dan fatwa ulama Islam. Rumayshoo tentang hewan kurban
Karena itu, hewan unggas seperti ayam, bebek, angsa, atau burung tidak termasuk kategori hewan kurban yang sah menurut syariat.
Banyak orang mengira semua hewan halal dimakan otomatis boleh dijadikan kurban. Padahal tidak demikian.
Baca juga: 4 Mitos tentang Daging Kurban di Idul Adha, Katanya Tak Perlu Dicuci untuk Dimasak
Ayam memang halal dikonsumsi, tetapi tidak memenuhi syarat sebagai hewan kurban karena bukan bagian dari Bahiimatul An’aam.
Para ulama menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan lalu membagikan dagingnya. Kurban adalah ritual ibadah khusus yang tata caranya sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: