Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 23 MEI 2026 • 14:22 WIB

Awal Mula Hari Raya Kurban: Bermula dari Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Apa Hubungannya dengan Haji?

Awal Mula Hari Raya Kurban: Bermula dari Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Apa Hubungannya dengan Haji?Ilustrasi hewan Kurban (Magnific)

INDOZONE.ID - Mungkin beberapa orang sudah familiar dengan sejarah awal mula dari Hari Raya Kurban. Tapi ada beberapa oranag yang mungkin belum mengerti; Apa sebenarnya wal mula hari Kurban? Lalu, apa hubungannya dengan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail?

Hari Kurban, atau Idul Adha, merupakan salah satu hari besar dalam Islam yang diperingati umat Muslim setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriah. Hari ini bertepatan dengan puncak ibadah haji di Mekah. 

Hari Kurban disebut juga “Hari Raya Qurban” karena identik dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketaatan kepada Allah.

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Sejarah Hari Kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim (Abraham) yang dikenal sebagai nabi yang sangat taat kepada Allah. Allah menguji iman Nabi Ibrahim dengan memerintahkannya untuk mengorbankan putranya, Ismail, sebagai bentuk ketaatan. Kisah ini disebutkan dalam Al-Qur’an:

Baca juga: Bolehkah Berkurban Menggunakan Ayam? Ini Jawaban Berdasarkan Syariat

“Dan ketika Ibrahim berkata kepada putranya Ismail: ‘Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ismail menjawab: ‘Wahai bapakku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Nabi Ismail menunjukkan kesabaran dan ketaatan yang luar biasa. Ia menyerahkan diri kepada perintah Allah tanpa ragu, menunjukkan kepatuhan total kepada kehendak Tuhan. Ini menjadi teladan bagi umat Islam mengenai keikhlasan dan ketaatan.

Penggantian dengan Hewan Qurban

Saat Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih Ismail, Allah menggantinya dengan seekor domba atau hewan lain sebagai bentuk rahmat-Nya. Hal ini juga tercantum dalam Al-Qur’an:

“Dan Kami tebus anaknya itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shaffat: 107)

Inilah asal mula tradisi penyembelihan hewan qurban sebagai simbol ketaatan dan rasa syukur kepada Allah.

Perintah Menyembelih Hewan

Rasulullah Muhammad SAW menegaskan praktik ini sebagai ibadah yang sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi umat Islam. Hadis dari Abu Hurairah RA menyebutkan:

Baca juga: Mengungkap Kisah Mistis Pesugihan Penjual Hewan Kurban Idul Adha

“Dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: ‘Tidak ada amal anak Adam pada hari Nahr (hari penyembelihan) yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan qurban.’” (HR. Tirmidzi)

Hari Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi simbol pengorbanan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama. Daging qurban dibagi menjadi tiga bagian: untuk keluarga, tetangga, dan fakir miskin. Ini menanamkan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Al Quran Dan Hadits

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Awal Mula Hari Raya Kurban: Bermula dari Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Apa Hubungannya dengan Haji?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!