INDOZONE.ID - Pangeran Diponegoro, seorang tokoh penting dalam sejarah Indonesia, dikenal karena perjuangannya melawan penjajahan Belanda, dalam Perang Diponegoro yang berlangsung dari tahun 1825 hingga 1830.
Tongkat Pangeran Diponegoro dikenal sebagai Tongkat Kiai Tjokro (Cakra).
Tongkat ini tidak hanya memiliki nilai sejarah yang panjang, tetapi juga menyimpan berbagai mitos yang menarik.
Tongkat Kiai Tjokro, sepanjang 153 cm dengan simbol cakra di atasnya, disimpan di Belanda selama 179 tahun oleh keturunan mantan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sebelum akhirnya dikembalikan ke Indonesia pada 2015.
Sejarah Tongkat Pangeran Diponegoro
Asal-usul tongkat masih menjadi misteri. Namun, berdasarkan berbagai sumber, tongkat tersebut diperkirakan dibuat pada abad ke-16 untuk seorang raja Demak.
Baca Juga: Dulunya Angker, Pohon Ini Jadi 'Keramat' Karena Pernah Dipijak Pangeran Diponegoro!
Setelah mengalami berbagai peristiwa, tongkat ini kemudian jatuh ke tangan rakyat biasa dan diwariskan secara turun-temurun.
Sekitar tahun 1815, tongkat ini dipersembahkan kepada Pangeran Diponegoro.
Selama Perang Jawa, tongkat ini menjadi salah satu benda yang sangat berharga bagi sang pangeran.
Pangeran Ponegoro selalu membawa tongkat dalam perjalanan spiritualnya.
Setelah penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Belanda pada tahun 1830, Tongkat Kiai Tjokro jatuh ke tangan Raden Mas Papak alias Raden Tumenggung Mengkudirjo.
Kemudian, Pangeran Notoprojo, yang menjadi sekutu politik Hindia Belanda, memberikan tongkat tersebut kepada Jean Chretien Baud, Gubernur Jenderal Hindia Belanda periode 1833-1836.
Saat Jean Chretien kembali ke Belanda pada tahun 1836, tongkat Kiai Tjokro dibawa serta dan sejak itu disimpan oleh keturunannya.
Mitos Seputar Tongkat Pangeran Diponegoro
Di balik sejarahnya yang penting, Tongkat Kiai Tjokro juga dikelilingi oleh berbagai mitos yang menarik.
Baca Juga: Prabowo Berencana Pindahkan Makam Pangeran Diponegoro, Begini Reaksi Sejarawan
Salah satu mitos yang paling terkenal menyebutkan bahwa siapa pun yang memiliki tongkat ini akan menjadi seorang pemimpin.
Banyak yang percaya bahwa tongkat ini memiliki kekuatan magis.
Konon, tongkat tersebut mampu memberikan keberanian dan kekuatan kepada pemiliknya.
Hingga kini, Tongkat Pangeran Diponegoro menjadi simbol penting dalam sejarah Indonesia.
Artefak ini seringkali dipamerkan dalam museum kebudayaan sebagai bagian dari warisan sejarah bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia