Sabtu, 27 DESEMBER 2025 • 17:05 WIB

Restorasi Meiji: Pengubah Wajah Jepang yang Terisolasi Menjadi Imperialis dalam 30 Tahun

Author

Ilustrasi Restorasi Meiji (Sumber: oerproject.com)

INDOZONE.ID - Bayangkan Kamu hidup di tahun 1860. Kamu adalah seorang samurai dengan dua pedang di pinggang, hidup di negara yang terisolasi total dari dunia luar selama 250 tahun. 

Lalu, hanya dalam kedipan mata Sejarah negaramu tiba-tiba punya kereta apai, pabrik raksasa, dan tentara modern yang sanggup menggetarkan dunia. 

Ya, inilah gambaran Restorasi Meiji, di mana Jepang mengubah dunia dalam semalam.

Berawal dari kedatangan empat kapal uap hitam raksasa milik Amerika Serikat di teluk Edo pada tahun 1853. 

Baca juga: Sosok Thomas Nast, Kartunis Amerika yang Membentuk Wajah Santa Claus

Jepang yang saat itu masih berada di “zaman kegelapan” teknologi, terpana pada kapal tanpa layar yang dapat bergerak melawan angin dan memuntahkan asap hitam dan membawa pesan tersirat “Buka pintu perdagangan kalian, atau kami hancurkan”.

Dari situlah Jepang mulai sadar, bahwa mereka harus bertransformasi dan memajukan teknologi agar mereka tidak dijajah. 

Hal ini menimbulkan perang saudara antara pendukung Shogun dan pendukung Kaisar. 

Akhirnya, Kaisar Meiji yang masih berusia 15 tahun naik tahta. 

Baca juga: Boxer Protocol 1901: Surat Kekalahan yang Bikin Tiongkok "Rungkad" Puluhan Tahun

Sistem permerintahan yang diterapkan oleh Kaisar Meiji sangat radikal. 

Pertama, sayonara samurai yaitu di mana kasta prajurit elit yang sudah ada selama 800 tahun dihapus. 

Kedua, larangan pedang yang mengakibatkan samurai dilarang membawa katana di depan umum, harga diri para samurai pun hancur. 

Ketiga, gunting rambut yaitu mengganti gaya rambut yang awalnya disebut chonmage atau topknot menjadi potongan rambut pendek ala Barat.

Namun, di sisi lain Jepang tidak memiliki rasa gengsi. 

Mereka mengirim delegasi ke seluruh dunia untuk “mencuri ilmu” yang diterapkan Barat dengan strategi sederhana namun mematikan.

Pertama, punya angkatan laut sehebat Inggris? Tiru Inggris. 

Kedua, punya sistem hukum sehebat Prancis? Tiru Prancis. 

Baca juga: Blunder Fatal Dinasti Qing di Balik Tragedi Pemberontakan Boxer

Ketiga, punya militer sekuat Prusia? Tiru Prusia. 

Dalam waktu singkat Jepang berubah drastis, dari hutan bambu menjadi pabrik baja, dari jalan setapak menjadi rel kereta api. 

Jepang bertransformasi dengan slogan kerennya “Semangat Jepang, Ilmu pengetahuan Barat.”

Hasilnya, hanya dalam 30 tahun, Jepang yang tadinya dianggap negara terbelakang oleh Barat, tiba-tiba menang melawan Rusia pada tahun 1905. 

Dunia dibuat terkejut di mana pertama kalinya dalam Sejarah modern, negara Asia berhasil mengalahkan kekuatan besar Barat di medan perang. 

Baca juga: Mengenal Hatshepsut, Firaun Perempuan yang Terlupakan dari Peradaban Mesir Kuno

Hal ini membuat Jepang resmi masuk ke jajaran “klub elit” negara adidaya.

Sayangnya, ambisi besar ini membawa sisi gelap, Jepang melahirkan bibit imperialisme. 

Jepang mulai melirik negara sekitarnya untuk dikuasai demi memberi makan industri mereka yang tumbuh pesat karena tidak memiliki sumber daya alam sendiri.

Namun, Restorasi Meiji telah membuktikan bahwa bangsa bisa berubah total tanpa kehilangan jati dirinya. 

Mereka mengambil teknologi dari luar, tapi tetap mempertahankan budaya dan loyalitasnya kepada kaisar. 

Jepang tidak menunggu dijajah untuk belajar, mereka memilih belajar agar tidak dijajah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU