Kisah Therese Halasa (facebook)
INDOZONE.ID - Tidak banyak yang tahu, ada sosok perempuan Palestina yang pernah berada di tengah operasi penyelamatan sandera dan namanya dikaitkan dengan tertembaknya Benjamin Netanyahu.
Ia adalah Therese Halasa, perempuan muda yang kisah hidupnya berubah setelah terlibat dalam pembajakan Sabena Flight 571 pada 1972.
Lantas, siapa sebenarnya Therese Halasa dan mengapa namanya masuk dalam sejarah konflik Palestina-Israel? Berikut kisah lengkapnya:
Therese Halasa lahir di Acre pada 1954 dari keluarga Kristen Palestina.
Masa kecilnya tumbuh dalam bayang-bayang konflik panjang yang membentuk pandangan dan jalan hidupnya sedikit lebih berani dengan anak muda lainnya.
Jadi saat masih muda, ia memilih bergabung dengan Black September atau organisasi yang dikenal lewat aksi bersenjata dalam perjuangan Palestina.
Keputusan itu kemudian membawa namanya masuk dalam catatan sejarah yang penuh kontroversi.
Puncak kisah Therese Halasa terjadi pada 8 Mei 1972 yang pada saat itu, ia ikut dalam pembajakan Sabena Flight 571.
Pesawat rute Wina menuju Tel Aviv tersebut dibajak dengan tuntutan pembebasan ratusan tahanan Palestina di penjara Israel.
Baca juga: 5 Rumah Sakit Terbengkalai di Indonesia dengan Kisah Horor, Bikin Merinding!
Pesawatnya kemudian dipaksa mendarat di Bandara Lod yang kini dikenal sebagai Ben Gurion Airport.
Setelah itu, Israel merespons pembajakan tersebut lewat Operation Isotope dengan mengerahkan pasukan elite Sayeret Matkal.
Pasukan ini menyamar sebagai teknisi pesawat sebelum masuk ke kabin dan terlibat baku tembak jarak dekat.
Nah dalam operasinya, Benjamin Netanyahu yang saat itu masih muda dan menjabat jadi anggota pasukan elite Israel, terkena tembakan hingga mengalami luka di bagian lengan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian, The Times Of Israel