Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 07 JULI 2026 • 12:00 WIB

Mengenal Ahmad Subardjo, Sang Penyelamat Proklamasi

Mengenal Ahmad Subardjo, Sang Penyelamat ProklamasiAhmad Subardjo, sang Penyelamat Proklamasi Kemerdekaan. (dok. Kemendikbud/PNRI)

INDOZONE.ID - Ahmad Subardjo merupakan salah satu pahlawan kemerdekaan yang turut andil dalam proses terjadinya proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Ia merupakan orang yang menjamin kemerdekaan pada Indonesia akan terlaksana pada tanggal 17 Agustus 1945, selambat-lambatnya di pukul 12 siang. 

Ahmad Subardjo lahir pada tanggal 23 Maret, 1896, di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat. Ayahnya, bernama Teuku Muahmad Yusuf, seorang bangsawan keturunan Aceh.

Semasa hidupnya, Ahmad Soebardjo tergabung dalam beberapa organisasi kemerdekaan, seperti Perhimpunan Indonesia (PI), BPUPKI, PPKI, dan Ia pun berperan dalam perumusan teks proklamasi. 

Peran Ahmad Soebardjo

Pada pagi hari 16 Agustus 1945, Ahmad Soebardjo menerima laporan dari sekretarisnya, Soediro, bahwa Soekarno dan Hatta "diculik" oleh para pemuda dan tidak diketahui keberadaannya.

Baca juga: Siapa Saja Pahlawan Hari Kebangkitan Nasional? Kenali Profil Singkatnya di Sini

Menduga Wikana mengetahui lokasi mereka, Soebardjo mendatangi Laksamana Maeda untuk memastikan dukungan Angkatan Laut Jepang.

Lalu kembali ke kantornya di Prapatan untuk mendesak Wikana dan Pandu Kartawiguna membuka lokasi persembunyian Soekarno Hatta.

Meski awalnya ditolak dengan alasan keselamatan, Soebardjo meyakinkan bahwa Angkatan Laut akan melindungi keduanya dan menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas upaya penjemputan tersebut.

Sore harinya, Soebardjo bersama Jusuf Kunto dan Soediro berangkat naik mobil menuju Rengasdengklok, melewati sejumlah pos penjagaan PETA.

Di sana, Soebardjo diinterogasi ketat oleh Komandan PETA Cundoncho Subeno untuk memastikan niatnya, bahkan sampai menjaminkan nyawanya sendiri agar diizinkan bertemu Soekarno.

Setelah meyakinkan bahwa Jepang telah menyerah dan proklamasi bisa segera dipersiapkan, Soekarno Hatta akhirnya bersedia kembali ke Jakarta bersama Soebardjo pada pukul 21.00.

Di tengah kekhawatiran akan penyergapan tentara Jepang, hingga akhirnya tiba dengan selamat di rumah masing-masing dan lalu berkumpul di rumah Laksamana Maeda untuk merumuskan teks proklamasi.

Sesampainya di rumah Maeda, rombongan menunggu di tengah kedatangan beberapa tokoh seperti Dr. Buntaran Martoatmodjo, Sayuti Melik, dan Iwa Kusuma Sumantri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, Jurnal Sejarah Indonesia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Ahmad Subardjo, Sang Penyelamat Proklamasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!