INDOZONE.ID - Charles Manson menjadi perbincangan lewat teori yang diangkat dalam buku CHAOS: Charles Manson, the CIA, and the Secret History of the Sixties.
Buku karya jurnalis Tom O'Neill itu mempertanyakan sejumlah kejanggalan dalam kasus pembunuhan Tate-LaBianca pada 1969, termasuk dugaan keterkaitan Manson dengan eksperimen rahasia CIA.
Meski begitu, hingga kini belum ada bukti yang membenarkan teori tersebut.
CHAOS adalah buku investigasi yang diterbitkan pada 2019 setelah 20 tahun riset.
Isinya bukan menyatakan CIA berada di balik pembunuhan, melainkan mempertanyakan apakah seluruh fakta tentang Charles Manson sudah benar-benar terungkap.
Selama puluhan tahun, publik mengenal kasus Charles Manson melalui buku Helter Skelter karya jaksa Vincent Bugliosi.
Dalam buku tersebut, Bugliosi menyebut Manson mencuci otak para pengikutnya, dengan keyakinan tentang perang ras yang disebut terinspirasi dari interpretasi menyimpang terhadap album White Album milik The Beatles.
Narasi itu kemudian menjadi dasar pemahaman banyak orang mengenai pembunuhan brutal, yang menewaskan aktris Sharon Tate dan sejumlah korban lainnya pada 1969.
Baca juga: Psikopat Charles Manson, Terinspirasi Membunuh karena The Beatles?
Namun, seiring waktu, sejumlah peneliti mulai mempertanyakan apakah penjelasan tersebut sudah menggambarkan keseluruhan cerita.
Bagaimana seorang mantan narapidana bisa memperoleh pengaruh psikologis begitu besar terhadap sekelompok anak muda dalam waktu relatif singkat?
Pertanyaan itu menjadi titik awal riset Tom O'Neill.
Dalam bukunya, O'Neill tidak menyimpulkan bahwa CIA mengendalikan Charles Manson atau merancang pembunuhan tersebut.
Ia justru menyoroti berbagai kejanggalan dalam dokumen pengadilan, catatan investigasi, hingga riwayat pembebasan bersyarat Manson.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crime And Investigation