Mengenal Zaman Paleozoikum, Masa Awal Kehidupan di Bumi (Live Science)
INDOZONE.ID - Tahukah kamu kalau kehidupan di Bumi tidak langsung seperti sekarang? Jutaan tahun lalu, Bumi mengalami banyak perubahan alam. Salah satu masa yang paling penting dalam sejarah tersebut adalah Zaman Paleozoikum.
Zaman Paleozoikum dikenal sebagai masa ketika kehidupan berkembang dengan pesat. Pada periode ini, berbagai organisme di laut mulai bermunculan, kemudian diikuti oleh tumbuhan dan hewan yang perlahan menghuni daratan.
Yuk, kenali lebih jauh tentang Zaman Paleozoikum melalui penjelasan berikut ini.
Zaman Paleozoikum adalah salah satu periode dalam sejarah Bumi yang berlangsung sekitar 541 hingga 252 juta tahun yang lalu. Nama Paleozoikum berasal dari bahasa Yunani, yaitu palaios yang berarti "tua" atau "purba" dan zoe yang berarti "kehidupan". Karena itu, Paleozoikum dapat diartikan sebagai masa kehidupan purba.
Zaman Paleozoikum merupakan masa pertama dalam Eon Fanerozoikum, sebelum Zaman Mesozoikum dan Kenozoikum. Pada periode ini, jumlah makhluk hidup terus bertambah dan mulai mengalami perkembangan yang pesat.
Pada awalnya, sebagian besar makhluk hidup hanya hidup di laut. Seiring waktu, tumbuhan mulai tumbuh di daratan, lalu diikuti oleh hewan seperti ikan, amfibi, dan reptil awal yang mulai berkembang di Bumi.
Baca juga: Urutan Zaman Prasejarah Berdasarkan Arkeologi Lengkap
Zaman Paleozoikum memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari periode geologi lainnya. Berikut beberapa cirinya:
Zaman Paleozoikum dibagi menjadi enam periode berdasarkan perkembangan kehidupan dan perubahan geologi.
Periode ini terkenal dengan peristiwa "Cambrian Explosion" atau Ledakan Kambrium, di mana sebagian besar filum hewan utama mulai muncul di lautan. Laut dipenuhi oleh beragam organisme, baik yang memiliki cangkang maupun yang bertubuh lunak.
Contoh organisme yang hidup pada periode ini antara lain:
Pada masa ini, kehidupan di laut semakin berkembang. Alga yang awalnya hanya terdiri dari satu sel mulai berkembang menjadi alga yang memiliki banyak sel sehingga ekosistem laut menjadi lebih beragam.
Selain itu, jamur dan tumbuhan mulai tumbuh di daratan, meskipun jumlahnya masih sangat sedikit. Sayangnya, pada akhir periode ini terjadi kepunahan massal akibat suhu Bumi yang turun drastis hingga memasuki zaman es.
Contoh organisme yang hidup pada periode ini antara lain:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Live Science