Kasta di India. (Britannica Kids)
INDOZONE.ID - Sistem kasta adalah salah satu struktur sosial paling kompleks dan kontroversial dalam sejarah peradaban manusia, yang hingga kini masih memengaruhi kehidupan sosial di India.
Sistem kasta Hindu di India merupakan struktur sosial yang kompleks, berakar dari teks keagamaan kuno namun berkembang jauh melampaui makna spiritual awalnya menjadi hierarki sosial yang kaku selama berabad-abad.
Meski secara hukum sudah dihapuskan sejak kemerdekaan India, jejak sosialnya masih terasa hingga kini, budaya menjadikan topik ini tetap relevan untuk dipahami secara objektif dalam konteks sejarah dan budaya global.
Baca juga: Begini Fakta Sistem Kasta di India Dampaknya Terhadap Masyarakat Kasta Bawah
Berikut penjelasan objektif mengenai asal-usul, struktur, hingga kondisi sistem kasta di era modern.
Konsep dasar sistem kasta dikenal dengan istilah varna, yang secara harfiah berarti "warna" atau "jenis". Sistem ini pertama kali disebutkan dalam salah satu kitab suci tertua umat Hindu, Rigveda, khususnya dalam bagian yang dikenal sebagai Purusha Sukta.
Dalam teks ini, masyarakat digambarkan lahir dari tubuh manusia purba kosmik bernama Purusha, golongan Brahmana lahir dari mulutnya, Ksatria dari lengannya, Waisya dari pahanya, dan Sudra dari kakinya.
Penggambaran simbolis ini pada awalnya diyakini sebagai pembagian peran sosial berdasarkan fungsi dan profesi dalam masyarakat, bukan semata-mata hierarki kelahiran.
Namun seiring waktu, sistem ini berkembang menjadi struktur sosial yang jauh lebih rigid dan diwariskan secara turun-temurun berdasarkan garis keturunan.
Ada 4 golongan utama dalam sistem varna diantaranya,
Golongan ini menempati posisi tertinggi dalam hierarki kasta, terdiri dari para pendeta, cendekiawan, dan guru spiritual.
Tugas utama mereka adalah menjaga dan mengajarkan kitab suci, memimpin ritual keagamaan, serta menjadi penjaga pengetahuan spiritual dalam masyarakat.
Golongan kedua ini terdiri dari kalangan bangsawan, prajurit, dan penguasa. Tanggung jawab utama mereka adalah melindungi masyarakat, menjaga hukum, serta memimpin pemerintahan dan peperangan bila diperlukan.
Golongan ketiga mencakup para pedagang, petani, dan pengusaha. Mereka berperan penting dalam roda perekonomian masyarakat, mulai dari perdagangan, pertanian, hingga peternakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jurnal: International Journal Of Multicultural And Multireligious Understanding, Ruang Guru