INDOZONE.ID - Dinasti Qin adalah salah satu dinasti yang pernah menguasai China. Sebelum China berhasil disatukan oleh kekaisaran Qin, dulunya Cina terbagi menjadi beberapa Kerajaan, Kerajaan-kerajaan itu berperang dan saling memperebutkan wilayah.
Pada awalnya dinasti Qin adalah sebuah Kerajaan yang terbentuk dari pecahan negara Zhou yang mulai melemah. Qin terletak di wilayah bagian utara Zhou tepatnya di provinsi Shaanxi modern. dikarenakan melemahnya negara Zhou satu per satu wilayah negara itu mulai memisahkan diri.
Pada masa berdirinya dinasti Zhou mengembangkan sistem pemerintahan feodal dan sistem pertanahan Raja-raja Zhou memberikan tanah yang ada di sekitar wilayah Houjian dan membagikannya kepada rakyat untuk dikelola.
Baca Juga: Mengenal 'Red Sprite', Fenomena Langit Paling Misterius Muncul saat Badai Petir Besar
Mereka yang diberikan tanah oleh raja akan dianggap sebagai penguasa feodal dan tanah yang dikuasai akan dinamakan sebagai negara daerah. Penguasa feodal ini akan selalu membayar pajak kepada pemerintah pusat dan akan membantu negara dalam keadaan darurat sebagai tentara.
Selain itu dinasti Zhou juga membuat sistem pertanahan dimana mereka membuat sebuah hukum tanah. Hukum tanah itu dibuat untuk mengatur pembagian lahan pertanian dan hasil dari pertanian akan diserahkan kepada raja. Seiring berjalannya waktu sistem feodal mulai menghadapi situasi krisis.
Para penguasan feodal ingin memerdekakan daerah mereka sendiri, dan karena itu dinasti Zhou mulai terpecah. Pada saat Kris itu dinasti Zhou memindahkan ibu kota dari Houjian ke Louyang, Negara Zhou terpecah belah menjadi 1.800 negara dan menurun menjadi 140 negara dan menurun lagi menjadi 10 negara, zaman ini dinamakan Zaman Musim Semi dan Musim Gugur atau disebut juga zaman Chunchu.
Baca Juga: Kisah Legenda Teru Teru Bozu, Boneka Putih Penangkal Hujan dari Jepang
Negara-negara ini berperang dengan sangat sengit baik secara diplomasi maupun secara kemiliteran, dan pada akhirnya menyisakan hanya 7 negara. Terjadi perang yang disebut sebagai perang tujuh negara yaitu antara dinasti Qi, Zhau, Qin, Han, Chou dan Yan, perang ini terjadi dari tahun 403 SM sampai 221 SM. Catatan Sejarah Cina menyatakan bahwa zaman ini disebut sebagai zaman perang 7 kerajaan.
Dinasti Qin pada awalnya adalah sebuah negara perbatasan, negara ini dibentuk oleh dinasti Zhou untuk menangani serangan-serangan suku nomaden yang berada di sekitar wilayah Tiongkok. Negara Qin pada awalnya juga adalah negara yang tertinggal, lahan pertanian di negara itu kurang subur, serangan dan ancaman dari suku liar, dan ketakutan akan invasi negara-negara tetangga membuat negara itu selalu dalam kondisi terbelakang.
Dikarenakan keadaan terpuruk itu rakyat negara Qin menginginkan kehidupan yang layak, karena itu dinasti Qin melakukan reformasi negeri. Dinasti Qin mereformasi hukum negara tersebut dan membuat rakyat percaya kepada kebijakan pemerintah, khusus dalam militer dan pertanian.
Sistem baru pemerintahan Qin memberikan kebijakan kepada rakyat jika ada rakyat yang berhasil membuka lahan pertanian baru akan memperoleh hadiah dari pemerintah dan untuk para prajurit yang berjasa di medan perang akan diberikan jabatan, kekayaan, dan keringan pajak dari pemerintah. Reformasi hukum itu terbukti berhasil membuat dinasti Qin menjadi maju dan lepas dari keterpurukan. Reformasi yang membuat Qin meningkat pesat ini dikomando oleh seseorang Bernama Shang Yang.
Shang Yang merubah semua bentuk tatanan sosial Qin yang membentuk sistem birokrasi dalam pemerintahan Qin dan memberikan saran untuk menyatukan seluruh dataran China. Dengan sistem pemberian upah kepada petani yang membuka lahan baru yang diciptakan Shang Yang, dinasti Qin dapat menciptakan infanteri besar-besaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: History.com