Ilustrasi Perempuan Mesopotamia Kuno (thecollector.com)
INDOZONE.ID - Sejarah perempuan Mesopotamia kuno yang sering dianggap terbatas ternyata menyimpan fakta menarik.
Di tengah sistem patriarki yang kuat, perempuan tetap memiliki ruang untuk mandiri, bahkan dalam aspek ekonomi dan hukum.
Mengutip dari laman The Collector, Selasa (14/04/2026) peradaban Mesopotamia, mulai dari Sumeria hingga Babilonia, berlangsung lebih dari tiga ribu tahun dan turut melibatkan peran penting perempuan dalam membangun struktur masyarakatnya.
Berdasarkan The Collector, perempuan di Mesopotamia memang hidup di bawah aturan hukum yang cenderung mengutamakan laki-laki. Namun, bukan berarti mereka sepenuhnya kehilangan hak.
Dalam beberapa situasi, perempuan justru memiliki otonomi yang cukup besar. Misalnya, mereka bisa memiliki dan mengelola harta, serta diakui sebagai saksi dalam pengadilan, hal yang tergolong progresif untuk ukuran zaman kuno.
Kode hukum seperti Kode Ur-Nammu yang dikutip dalam sumber juga menunjukkan adanya pengaturan hak perempuan, meski tetap terdapat perbedaan signifikan dibanding laki-laki.
Sebagian perempuan di Mesopotamia sudah memiliki akses terhadap pendidikan, meskipun tidak merata. Mereka juga dapat menjalankan bisnis dan terlibat dalam aktivitas perdagangan.
Perempuan bahkan memegang peran penting dalam industri tekstil, yang menjadi salah satu sektor utama ekonomi saat itu. Selain itu, mereka juga bekerja sebagai pengrajin, pedagang, hingga pemilik usaha.
Hal ini menunjukkan bahwa perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga aktif dalam dunia kerja.
Baca juga: Jarang Diketahui, Ini Fakta Unik Tentang R.A. Kartini di Luar Kisah Emansipasinya
Di sisi lain, perempuan tetap memiliki tanggung jawab besar dalam rumah tangga. Mereka mengelola kebutuhan keluarga, termasuk mengatur persediaan dan mengurus anggota rumah.
Peran ini tidak sederhana, terutama dalam keluarga besar yang melibatkan pelayan dan budak. Dengan kata lain, perempuan turut berfungsi sebagai manajer rumah tangga.
Selain itu, dalam beberapa budaya Mesopotamia, perempuan memiliki peran penting dalam produksi makanan dan minuman, termasuk pembuatan bir yang menjadi konsumsi utama saat itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Collector