Kisah Akku Yadav, predator yang dihukum perempuan di persidangan. (IMDB)
INDOZONE.ID - Di kawasan kumuh Nagpur, India, preman skligus pemerkosa ratusan wanita bernama Akku Yadav meneror warga selama lebih dari satu dekade. Ratusan perempuan dari kasta Dalit menjadi korban kekerasan dan perencanaan, sementara Yadav tetap bebas, tak tersentuh hukum.
Bahkan setelah ditangkap, ia selalu dibebaskan polisi. Bahkan polisi setempat justru menyalahkan korban krena dianggap gampangan.
Uncak keputusasaan itu terjadi pada 13 Agustus 2004. Saat Akku Yadav digiring ke pengadilan, ia justru mencibir dan mengejek para korban yang hadir. Di ruang yang seharusnya menghadirkan keadilan, penghinaan itu menjadi titik patah—kesabaran mereka benar-benar habis.
Akku Yadav meregang nyawa di ruang pengadilan. Vonis belum dibaca, namun para korban telah lebih dulu mengambil tindakan. Kisahnya pun sempat dibuatkan dokumenter oleh Netfix dengan judul 'Murder in Courtroom: India Predator.
Akku Yadav tinggal di kawasan kumuh di Nagpur, Maharashtra. Lingkungan tempat tinggalnya dikenal sebagai wilayah dengan tingkat kriminalitas tinggi, bahkan kerap menjadi arena konflik antar kelompok gangster. Di tengah kondisi tersebut, Akku justru dikenal sebagai sosok yang berpengaruh.
Namun, pengaruh itu ia gunakan untuk mengendalikan wilayahnya sekaligus menjalankan berbagai aktivitas kriminal.
Kisah Akku Yadav, predator yang dihukum perempuan di persidangan. (Netflix)
Dari sekian banyak kejahatan yang dilakukan, Akku paling dikenal karena kasus kekerasan seksual terhadap ratusan perempuan. Sejak sekitar tahun 1991, ia bersama kelompoknya melakukan aksi tersebut secara berulang.
Ia dengan sengaja menargetkan perempuan dari kasta terendah, memanfaatkan kondisi sosial mereka yang lemah. Akibatnya, laporan para korban sering diabaikan dan tidak ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
Untuk memperkuat posisinya, Akku juga diduga menyuap oknum aparat agar terbebas dari jerat hukum.
Selain melakukan kekerasan seksual, Akku juga menggunakan ancaman untuk membungkam para korban. Dalam beberapa kasus, ia bahkan melakukan pembunuhan, meskipun jumlahnya tidak banyak.
Baca juga: Laba-Laba si Predator Kecil yang Menguasai Dunia, Benarkah Bisa Memakan Manusia?
Hal yang paling mengerikan adalah rentang usia korbannya yang sangat luas, mulai dari anak-anak hingga perempuan lanjut usia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: All That Interesting