Ilustrasi Mbah Boncolono, pencuri budiman asal Kediri yang melawan prajurit Belanda (Gemini AI)
INDOZONE.ID - Ada sebuah kisah yang melegenda di masyarakat Kediri, Jawa Timur di era penjajahan Belanda. Apalagi kalau bukan kisah Mbah Boncolono yang dianggap memiliki kesaktian di era Hindia Belanda.
Mengutip dari tulisan di akun Facebook "Sejarah Tanah Jawa', Mbah Boncolono menjadi salah satu tokoh legendadi Kediri, Jawa Timur dan memiliki semua kesaktiannya yang dipergunakan untuk menolong kaum lemah pada masa penjajahan Belanda dulu.
Berikut ada beberapa fakta menarik yang Indozone rangkum.
Di jaman penjajahan Belanda. Masyarakat Kediri hidup dalam kemiskinan dan ketertindasan. Perkonomian dikuasai oleh Belanda dan diperlakukan pajak yang tidak masuk akal. Hasil buminya selalu dirampas jika tidak mau bayar pajak.
Baca juga: Ajian Cakra Sudarsana: Senjata Sakti yang Lahir dari Keadilan Para Dewa
Untuk makan saja mereka harus membeli kepada Belanda. Padahal itu hasil jerih payah mereka sendiri.
Hal ini menggugah hati Ki Boncolono. Dia marah melihat kelakuan para meneer, ketidakadilan telah mengusik hati Ki Boncolono. Dengan kesaktiannya dibantu oleh Tumenggung Mojoroto dan Tumenggung Poncolono beserta murid-muridnya yang tentu saja sakti-sakti, dia merampok harta para pejabat Belanda. Hasilnya dia bagikan kepada rakyat jelata.
Bagi warga lokal Kediri dia adalah pahlawan, dari cerita turun-temurun masyarakat yang diyakini kebenarannya pada masa penjajahan Belanda dulu.
Mbah Boncolono dikisahkan sebagai orang yang memiliki ilmu Pancasona atau Rawarontek. Pemilik ilmu Pancasona dikatakan tidak akan bisa mati kecuali dipenggal kepalanya, dipisahkan dari tubuhnya dan tidak menyentuh tanah.
Belanda merasa geram dan marah. Segala upaya mereka kerahkan untuk meringkus Boncolono. Tetapi usahanya selalu gagal. Setiap terkepung, Boncolono hanya merapatkan diri pada salah satu tiang atau tembok atau pohon dan hilanglah dia.
Baca juga: Kisah Ajian Semar Nangis: Ketika Cinta Dipaksa, Air Mata Jadi Harga yang Harus Dibayar
Biarpun ditembak, dibunuh juga Ki Boncolono tidak bisa mati, dia bisa hidup lagi ketika tubuhnya menyentuh tanah.
Belanda Jengkel dan menggunakan kekuatan "uangnya" untuk meringkus Boncolono. Belanda mengadakan sayembara dengan hadiah yang sangat besar untuk menangkap atau membunuh Ki Boncolono.
Beberapa orang yang tahu kelemahan ilmu Boncolono mendatangai Belanda. Mereka memberi tahu pada para meneer itu kalau Boncolono harus dipenggal, kepala dan tubuhnya harus terpisah dan dikuburkan pada tempat yang terpisahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Facebook