Peta Persatuan Suku Tiongkok Kuno. (sumber: Pinterest)
INDOZONE.ID - Asia Timur adalah salah satu wilayah Asia yang paling disukai karena memiliki negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Beberapa negara di wilayah ini terkenal karena tempat wisata, kemajuan teknologi, kebijakan pemerintah, dan pertumbuhan ekonominya. Karena pemerintah mengatur ekonomi, wilayah tersebut berkembang dengan sangat cepat.
Meskipun perusahaan besar swasta mendominasi pembangunan ekonomi di Asia Timur, para konglomerat sangat terikat dengan kebijakan dan peraturan pemerintah, yang berarti bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk mengawasi perusahaan swasta ini. Karena sektor industri Asia Timur jauh lebih maju dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya, negara-negara Asia Timur seperti Jepang dan Korea memulai industrialisasi pada awal tahun 1900-an, yang kemudian diikuti oleh Tiongkok.
Baca juga: Jejak Tiong Hoa Hwee Koan dalam Pendidikan di Indonesia: Warisan yang Terlupakan
Teori filsafat dan etika yang dikenal sebagai Konfusianisme berasal dari Tiongkok kuno dan didasarkan pada ajaran Konfusius serta para pengikutnya. Konfusianisme menekankan nilai-nilai seperti pertimbangan, moralitas, kemanusiaan, dan kesetiaan.
Menurut tulisan Jepang awal, Konfusianisme diperkenalkan ke Jepang melalui Korea pada tahun 285 M. Pemikiran dan perilaku orang di Jepang dipengaruhi oleh Konfusianisme, terutama dalam hal hubungan antara penguasa dan rakyat, orang tua dan anak, serta guru dan murid.
Selama pemerintahan Tokugawa dari tahun 1600 hingga 1868, Konfusianisme menjadi ideologi resmi dan dasar pendidikan di Jepang. Selain itu, kebudayaan Jepang beradaptasi dengan Konfusianisme, yang menghasilkan aliran seperti Kokugaku dan Neo-Konfusianisme.
Hubungan strategis Korea Selatan–Tiongkok telah mengalami berbagai dinamika, mulai dari hubungan bilateral hingga multilateral. Hubungan kedua negara sempat diwarnai permusuhan selama tahun 1950-an dan 1960-an.
Namun, sejak hubungan bilateral kembali pulih pada tahun 1992, kedua negara dapat mencapai tujuan bersama. Kesepakatan Area Perdagangan Bebas tahun 2015 menunjukkan komitmen kedua negara untuk bekerja sama dalam meningkatkan nilai perdagangan.
Taiwan jelas terhubung dengan Tiongkok karena berada di pinggir tenggara landasan benua Tiongkok. Taiwan bukanlah pulau kecil. Meskipun ukurannya lebih kecil dari Swiss, populasinya jauh lebih besar, yakni sekitar 23,4 juta orang.
Sebagian besar penduduk Taiwan tinggal di garis sabit yang melapisi pantai barat dan utara Pegunungan Chung, yang memiliki wilayah dengan ketinggian lebih dari 3.000 meter dan terdiri dari tebing karang curam serta hutan lebat di bagian timur pulau.
Ke arah barat, pegunungan ini menghasilkan zona topografi berbukit yang menghadap Selat Taiwan, dengan dataran pantai yang lebih luas dibandingkan dengan Swiss. Sejak tahun 1950, produksi pertanian dan sawah telah meningkat lebih dari dua kali lipat karena adanya aliran air dari pegunungan.
Namun, ratusan ribu petani meninggalkan tanah mereka untuk bergabung dengan industri Taiwan yang sedang berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Academia.edu