Ilustrasi nyamuk menggigit manusia. (Flickr/P-O Andersson)
INDOZONE.ID - Kalau ngomongin nyamuk, kebanyakan orang langsung mikir ke hal yang nyebelin: gigitannya yang bikin gatal, merah, dan kadang bisa bawa penyakit.
Tapi, tahukah kamu kalau ternyata nggak semua nyamuk itu suka menggigit manusia? Yap, di balik “aksi teror” nyamuk, ada perbedaan besar antara nyamuk jantan dan betina.
Baca juga: Di Balik Perilaku "Zoomies": Ketika Kucing Mendadak Sangat Aktif dengan Intensitas Tinggi
Kalau diperhatiin dengan detail, nyamuk jantan dan betina itu nggak sama persis. Nyamuk betina biasanya ukurannya lebih besar, sedangkan nyamuk jantan lebih mungil.
Selain itu, antena mereka juga berbeda. Antena si jantan bentuknya lebih lebat, mirip sisir kecil yang berbulu. Sementara nyamuk betina punya antena yang tipis dan polos.
Nah, yang paling penting: mulut mereka beda fungsi. Nyamuk betina punya alat penghisap yang tajam untuk menembus kulit dan menghisap darah.
Nyamuk jantan? Mereka nggak punya “senjata” itu, jadi mereka cuma bisa menikmati nektar bunga.
Baca juga: Tupai Tanah California yang Berburu Tikus, Adaptasi di Tengah Ledakan Populasi Mangsa
Nyamuk betina jelas lebih agresif kalau soal mencari makan. Alasannya sederhana: mereka butuh protein dan zat besi dari darah manusia atau hewan buat menghasilkan telur.
Jadi, kalau kamu digigit, itu sebenarnya mereka lagi "minta bekal" buat jadi ibu nyamuk.
Sementara itu, nyamuk jantan hidupnya lebih kalem. Mereka cuma sibuk mencari nektar bunga buat bertahan hidup.
Kalau soal terbang, nyamuk jantan biasanya bergerombol, terutama di musim kawin. Nyamuk betina lebih sering terbang sendirian, cari inang yang bisa “disedot.”
Karena darah jadi kebutuhan utama buat produksi telurnya, nyamuk betina sering kali jadi perantara penyakit. Virus kayak Zika, Demam Berdarah, sampai West Nile bisa menular lewat gigitannya.
Sementara nyamuk jantan aman—mereka nggak bisa gigit, otomatis nggak bisa menularkan penyakit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Orkin.com