Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 29 AGUSTUS 2025 • 09:10 WIB

Di Balik Perilaku "Zoomies": Ketika Kucing Mendadak Sangat Aktif dengan Intensitas Tinggi

Di Balik Perilaku Zoomies : Ketika Kucing Mendadak Sangat Aktif dengan Intensitas TinggiIlustrasi kucing. (Unsplash/@julianhochgesang)

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu menyaksikan kucing kesayanganmu yang mendadak berlarian tanpa henti dan melompat ke sana kemari tanpa tujuan? Kejadian ini dikenal dengan istilah "zoomies" yang sering kali menghibur kita.

Pada saat tersebut, kucing dipenuhi dengan semangat dan energi yang meluap, berlari kesana-kemari, lalu tiba-tiba berhenti untuk tertidur seolah tidak pernah lelah.

Zoomies, atau yang dalam istilah ilmiah dikenal sebagai “Frenetic Random Activity Periods” (FRAPs), ialah periode ketika kucing tiba-tiba menjadi sangat aktif dengan intensitas tinggi tanpa alasan yang dapat dipahami oleh manusia. 

Biasanya, perilaku ini muncul di awal pagi atau sore hari, waktu di mana kucing memang paling aktif karena sifat crepuscular mereka—aktif saat senja dan fajar.

Baca juga: Tupai Tanah California yang Berburu Tikus, Adaptasi di Tengah Ledakan Populasi Mangsa

Anak kucing dan kucing muda lebih sering mengalami fenomena ini karena energi mereka yang melimpah.

Salah satu hal yang paling menarik adalah saat zoomies muncul tepat setelah kucing buang air besar. Fenomena unik ini bahkan punya istilah lucu seperti “poophoria” yang merujuk pada kegembiraan setelah buang hajat. 

Banyak pemilik kucing bertanya-tanya, mengapa hal ini bisa terjadi? Ada berbagai teori yang mencoba menjawabnya.

Sebagian orang meyakini bahwa setelah buang air besar, kucing berusaha segera menjauh dari bau dan kotorannya karena mereka ialah hewan yang sangat menjaga kebersihan. Kotak pasir yang kotor bisa membuat mereka lebih cepat berlari pergi.

Baca juga: 5 Zodiak yang Dikenal Pecinta Musik Klasik, Salah Satunya Kamu?

Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa perilaku ini adalah sisa insting dari kehidupan liar kucing. Karena di alam liar, aroma kotoran dapat menarik predator, sehingga berlari cepat setelah buang air besar merupakan mekanisme bertahan hidup.

Selain itu, ada teori ilmiah dari Dr. Anish Sheth, seorang ahli gastroenterologi yang menjelaskan bahwa saat kucing buang air besar dalam jumlah besar, saraf vagus yang menghubungkan otak dan organ-organ di perut akan terstimulasi. 

Stimulasi ini menyebabkan detak jantung dan tekanan darah menurun sementara, sehingga kucing bisa mengalami pusing ringan.

Kondisi ini diyakini memicu kucing untuk bergerak dengan cepat dan tiba-tiba, menghasilkan fenomena yang disebut "zoomies". 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC Science Focus

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Di Balik Perilaku "Zoomies": Ketika Kucing Mendadak Sangat Aktif dengan Intensitas Tinggi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!